Akhir Tahun, BNNP Sumsel Gelar Press Release

0
86

Kliksumatera.com, PALEMBANG- Selama Tahun 2019 BNNP Sumsel mengamankan barang bukti narkotika jenis Ganja 300 Gram, sabu 162.022 gram, ekstasi 63.268 butir dengan tersangka 53 orang dan LKN 39.

Hal ini disampaikan pada saat press release akhir tahun 2019 yang dipimpin kepala BNNP Sumsel Brigjen Jhon Turman Panjaitan. Dan baru-baru ini BNNP Sumsel mendapatkan laporan dari warga yang antinarkoba bahwa ada mobil yang sudah dua hari parkir di halaman depan Alfamart Km 10. Alhasil dilakukan pengecekan dari BNNP Sumsel mendapatkan ekstasi sebanyak 4.942 butir yang tak bertuan, Senin (30/12).

Dari 53 tersangka kasus narkoba yang berhasil ditangkap dan dibongkar jaringannya berasal dari berbagai daerah di Indonesia 39 laporan 1 wanita dan 52 pria.
Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan sabu 162 kg, ekstasi sekitar 63 ribu dan 300 gram ganja 1 kasus dilanjutkan ke TPPU dalam proses penyelidikan.

Sebagian besar narkoba yang diamankan khususnya sabu dan ektasi berasal dari luar negeri khususnya kawasan Asia Tenggara. Yakni Malaysia dan Myanmar yang dinamakan segi tiga emas perbatasan Thailand Laos dan Myanmar.

Sebagian besar narkoba yang diamankan di oleh BNNP sumsel merupakan barang transit daerah lain yang masuk ke Palembang menuju pulau Jawa dibawa dari Aceh dan Riau melalui darat.

Sedangkan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BNNP Sumsel mulai penggiat anti narkoba 120 orang, tes urine 1.500 orang, dan terindikasi penyalahgunaan narkoba 25 orang. BNNP Sumsel mengharapkan kerjasama dengan pemerintah terkait untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat, terutama di pemerintah daerah dan kabupaten.

“Kepala BNNP Sumsel Brigjen Jhon Turman Panjaitan mengatakan sekarang masyarakat darurat narkoba, pelayanan kepada masyarakat akan di tingkatkan. Walaupun kondisinya sulit BNNP dan BNK akan terus bertindak baik itu pencegahan maupun penindakan,” tegasnya.

Sekitar 100 ribu dari 8 juta penduduk Sumatera Selatan diperkirakan pengguna dan pemakai narkoba.

Salah satu faktor besarnya jumlah pemakai atau pengguna narkoba karena budaya pesta saat ada hajatan seperti orgen tunggal dengan musik remik atau house musik. Dan diharapkan oleh BNNP Sumsel agar setiap instansi yang bertanggung jawab selalu mengawasi aktivitas kegiatan tersebut sehingga untuk peredaran narkoba di kalangan masyarakat dapat berkurang.

Jhon Turman juga mengharapkan pemerintah kabupaten/kota untuk membuat perda atau aturan agar pesta orgen tunggal saat hajatan di larang agar masyarakat tidak terpapar narkoba termasuk aparat bertindak tegas.

Laporan          : Yudi
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here