Bapeda PALI Gelar FGD dan Dialog Kebangsaan Membangun Bumi PALI

0
4

Kliksumatera.com, PALEMBANG- Bapeda PALI menyelenggarakan Focus Group Dicussion (FGD) dan Dialog Kebangsaan membangun Bumi Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) guna terwujudnya pembangunan yang merata di daerah tersebut. Dengan adanya FGD dan Dialog Kebangsaan Membangun Bumi PALI dapat menunjang pembangunan atau Pendapat Anggaran Daerah (PAD) yang merata di daerah PALI.

Acara ini dilaksanakan di Hotel Amelia PIM dan dihadiri oleh Dr.H. ROSIDIN, M.Pd.I Pejabat Bupati PALI, Ketua DPRD PALI ASRI, Jajaran UPTD PALI, Kakanwil DJB Sumsel, dan seluruh pengusaha yang ada di daerah PALI, dan Kepala Bapeda PALI Amrullah.

Menurut Kabid Pendaftaran Ektensifikasi dan Penyuluhan DJP Sumsel dan Kepulauan Babel Taufik SE,M.T dari kegiatan ini pihaknya mengapresiasi pemerintah Kabupaten PALI yang pertama kali mengadakan dialog ini kepada pengusaha yang ada di Kabupaten PALI, dan dialog kebangsaan itu merupakan tindak lanjut dari kerja sama Kanwil DJP Sumsel dan Kepulauan Babel dengan Bapeda kemudian menghadirkan para pelaku usaha atau bisnis yang berlokasi di Kabupaten PALI. ”Maksudnya seperti apa sebetulnya membangun frekuensi yang sama membangun semangat yang sama kepada para pelaku usaha tadi dalam rangka memajukan pembangunan masyarakat PALI yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten PALI kemudian juga warga PALI dialog apa yang menjadi keinginan mereka apa yang menjadi harapan mereka supaya tidak ada lagi kegalauan di antaranya ibarat bahasa tidak ada dusta di antara kita. Apa yang bisa diberikan oleh pemerintah dalam memberikan premi kepada para pelaku usaha tapi timbal baliknya para pelaku usaha atau pelaku bisnis juga memberikan kontribusinya terhadap pemerintah daerah PALI begitu sebutannya di kegiatan-kegiatan lain pun dalam hal ini Kanwil DJP Sumsel sebagai tindak lanjut ataupun perjanjian kerja sama. Kami memberikan pendampingan-pendampingan kepada Pemda. Biasanya memberikan bantuan dalam hal pendampingan pengenalan pajaknya, pendampingan SDM-nya. Seperti yang kita alami di Palembang beberapa waktu yang lalu, itu pun sempat datang ke kami tapi produknya sudah keluar duluan datang kami kan jadi gaduh coba konfirmasi ke kami tidak jadi kegaduhan. Tadi Bapeda dalam rapat koordinasi dengan kami ini sebaiknya seperti apa langkah-langkahnya yang gitu itu yang konkret di lapangan. Ya kalau forum ini tadi saya sampaikan kita mengundang pelaku bisnis supaya frekuensi kita tuh sama, pajak itu harus dibangunkan. Jangan sampai bahasa saya itu timnya Bapeda itu hanya lihatin aja orang pengusaha seliweran seperti itu tetapi masyarakat dan warga PALI tidak menikmati, tidak pernah mendapatkan apa namanya kontribusinya atau bahasanya tidak dirasakan oleh masyarakat PALI dengan kata lain, orang makan nangkanya kita merasakan getahnya,” jelasnya.

Dr. H Rosidin MPd.i pejabat Bupati PALI mengatakan, hari ini merupakan kegiatan FGD dan dialog kebangsaan membangun bumi PALI. Ini merupakan ide-ide yang menarik dari Bapeda untuk bumi PALI. ”Dan Alhamdulillah hampir seratus persen pengusaha yang kita undang hadir, dan pengusaha yang hadir ini merupakan pahlawan pembangunan di PALI. CSR, maupun pajak yang ada di PALI digunakan benar-benar untuk kebutuhan masyarakat sebagai kebutuhan sosial dan bermanfaat, berkontribusi bagi masyarakat nanti karena belum maksimal, dan acara ini diapresiasi oleh Ibu Ir.Rohmadhaniah Kanwil DJP Sumsel dan Kepulauan Babel. Dan pahlawan-pahlawan ini kita ajak untuk membangun bumi PALI. Dengan diadakan pelatihan FGD ini dapat meningkatkan sumber daya manusia yang ada. Saya terima kasih kepada pengusaha yang sudah taat pajak karena sudah memanfaatkan bumi PALI dari pemerintah juga harus ada timbal baliknya untuk pengusaha, dan ini adalah kegiatan pertama untuk perpajakan bagian Bangka Belitung Sumsel Babel yang diapresiasi oleh Ibu Rohmadhaniah,” katanya.

Sedangkan menurut Ketua DPRD PALI Asri, sebagai wakil rakyat Kabupaten PALI sangat menyambut baik adanya kegiatan ini. ”Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kita semua terutama yang sangat kami banggakan urusan perusahaan yang bergerak di Kabupaten PALI walaupun intinya campursari kalau melihat tidak ada kantornya di PALI yang pusat tapi ada di Jakarta di Palembang mungkin tempat lain tapi usahanya itu lebih dominan di Kabupaten PALI. Oleh karena itu kami sangat mendukung kegiatan ini, mudah-mudahan kita semua walaupun kami tahu persis perusahaan ini sudah melaksanakan kewajiban membayar kewajiban-kewajiban terutama pajak kepada pemerintah walaupun tidak langsung kepada Kabupaten PALI. Tapi ada efek sampingnya untuk dana Kabupaten PALI sehingga bisa kita membangun Kabupaten PALI itu yang pertama. Yang kedua mari kita sama-sama untuk gotong-royong membangun Kabupaten PALI ini bukan hanya dari pajak saja tetapi ada kepedulian langsung dari pada pihak perusahaan ini. Ini sudah kami mulai tahun 2019 lalu. Kepada pihak perusahaan kami sudah mengajukan usul inisiatif yaitu peraturan daerah inisiatif dari dewan mengenai partisipasi-partisipasi pihak ketiga atau partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kabupaten PALI dan apa namanya kalau dulu. Kalau dulu itu namanya adalah sumbangan pihak ketiga. Pemerintah Kabupaten PALI bersama DPRD ini akan mengajukan bersama-sama. Nanti adalah peraturan daerah mengenai partisipasi pihak ketiga dalam pembangunan Kabupaten PALI. Jadi bukan sumbangan partisipasi.
Intinya 100% kami dari DPRD pali mendukung,” jelasnya.

Sementara itu, Taufik selaku petugas bidang pajak menambahkan, bahwa sanksi bagi pelanggar wajib pajak akan diberikan surat teguran bahkan sampai ke pidana. ”Bagi wajib pajak yang menunggak bisa mencicil pembayaran pajaknya, jika wajib pajak melaporkan tunggakannya. Bagi wajib pajak yang kesulitan untuk mendaftarkan laporannya dapat dibantu oleh petugas KKP Pratama Cabang PALI,” tandasnya.

Laporan : Yudi
Posting  : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here