Warga Tanjung Agung Meninggal Saat Mancing ke Sungai Kiti

0
4

Kliksumatera.com, BATURAJA- Warga Desa Fajar Bulan Kecamatan Lengkiti Kabupaten OKU mendadak gempar. Sebab, adanya orang meninggal dunia mendadak di pinggir Sungai Kiti. Korban diketahui bernama Dedi Sakiman (42) warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Baturja Barat Kabupaten OKU. Kepala Desa Fajar Bujan (Rusdi) saat dihubungi via telpon seluler mengatakan, korban meninggal terjadi pada Selasa 12/1/2021 sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu korban sedang mancing ikan bersama saya dan beberapa orang kawannya di Sungai Kiti Desa Fajar Bulan.

Rusdi , DS bersama 3 orang kawannya, YT, BN, dan SH menggunakan kendaraan mobil dari Baturaja sampai di Lengkiti sekira pukul 16.00 WIB langsung menuju lokasi, awalnya di Sungai Lengkayap. Kemudian mereka memutuskan untuk pindah ke lokasi ke Suungai Kiti. Sebelum menuju lokasi pemancingan di Sungai Kiti mereka mampir di rumah Kades Fajar Bulan dan sempat istirahat dan ngopi.

Kemudian melanjutkan rencana untuk mancing di Sungai Kiti. Sekira pukul 20.00 WIB saat berjalan menuju lokasi tempat mancing, mendadak DS sesak napas dan selang beberapa saat masih bersama teman mancingnya dan Rusdi (kades) pun ikut. Rencana mancing pun dibatalkan dan mereka membawa DS ke Puskesmas Tanjung Lengkayab, sampai di puskesmas DS dinyatakan sudah meninggal dunia.

”Sampai saat ini selain pihak keluarga, kami pun sudah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian Polsek Lengkiti. Dan informasi yang kami dengar dari keluarga DS (istrinya) bahwa DS memang punya riwayat sakit jantung dan diabetes. Korban memiliki tiga orang anak dan memiliki usaha sablon dan juga selaku ketua RT di tempatnya tinggalnya,” tandas Rusdi.

Kapolres OKU, AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH melalui Kapolsek Lengkiti, AKP Bastari melalui selulernya mengatakan bahwa korban bersama dengan temannya dari Baturaja untuk mancing di Sungai Lengkayap namun tak lama mancing di sungai lengkap mereka pindah ke Sungai Kiti. Karena jalan menuju Sungai Kiti tidak bisa menggunakan motor, maka mereka berjalan kaki. Di tengah jalan lanjut Bastari, DS sempat terpeleset dan terjatuh, namun DS masih bangun sambil tertawa. Tidak begitu jauh melanjutkan perjalanan, nampak fisiknya melemah. Melihat hal itu teman-temannya berinisiatif mencari pondok mengajak korban istirahat dan ada juga yang menghubungi pihak keluarganya di Baturaja.

DS meninggal kata Bastari saat masih di pangkuan salah satu temannya YT, kemudian DS dibawa ke Puskesmas Lengkiti. Dari hasil pemeriksaan medis tidak ada tanda-tanda kekerasan termasuk juga diserang oleh binatang buas.

Lanjut Bastari, informasi dari teman korban, korban sebenarnya baru sembuh dari sakit, tapi korban memaksa mengajak mancing, karena korban memang hobi mancing bahkan mereka memiliki grup mancing.

Laporan : Dedy
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here