Site icon

Al-Qur’an Pengokoh Mentalitas Hidup

WhatsApp Image 2025-03-25 at 11.07.31

Oleh : Deswayenti ST (Owner Rumah Peradaban Spirit Nabawiyah Community)

Program bertajuk Indonesia Khataman Al-Qur’an di Sulsel di harapkan menguatkan semangat keislaman dan kebangsaan serta mengajak umat muslim mencintai, memahami dan meneladani Al-Qur’an. “Kalau ini kita lakukan, Insya Allah kedamaian dan ketentraman masyarakat itu bisa kita jaga,” imbuh Kakanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid kepada Metro TV (Minggu, 16 Maret 2025) dalam peringatan Nuzul Qur’an.

Dalam firman Allah SWT : “Sungguh Al-Qur’an ini memberikan petunjuk ke jalan yang lebih lurus, juga memberikan kabar gembira kepada kaum mukmin yang mengerjakan amal-amal shalih bahwa bagi mereka adalah pahala yang besar” (QS. Al- Isra’ : 9).

Al-Qur’an adalah cahaya, penerang bagi kehidupan manusia agar tidak tersesat dalam kegelapan, petunjuk dan arah bagi pencapaian kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Al-Qur’an mengokohkan ma’nawiyah (mentalitas) seorang muslim dalam menghadapi banyak rintangan, ujian dan rayuan yang bersifat duniawi. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada malam paling istimewa yakni Lailatul Qodar yang lebih baik dari seribu bulan dan pada bulan mulia bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman : “Sungguh kami menurunkan Al-Qur’an pada saat Lailatul Qodar.” ( QS. Al- Qodar : 1-3).

Kekokohan mentalitas yang berasal dari Al-Qur’an akan tampak dari banyak aspek, di antaranya aspek kejiwaan. Orang yang memiliki kekokohan mentalitas Al-Qur’an akan tampak tenang dan tentram karena dia memiliki kepercayaan yang penuh kepada Allah SWT dengan segala kekuatan dan kekuasaan-Nya.

Dalam melakukan sesuatu perilaku orang yg bermental Al-Qur’an akan menunjukkan konsistensi dan semangat kerja yang tidak pernah menurun.

Mengakrabkan diri dengan Al-Qur’an, menghayati dan berinteraksi dengan Al-Qur’an akan mensuplai pribadi seseorang dengan persepsi yang benar ketika ujian datang dalam hidupnya. Kita belajar banyak hal tentang aturan-aturan yang benar dalam kehidupan bahkan kita juga menemukan banyak informasi tentang perbuatan orang-orang kafir yang di laknat dan dihancurkan Allah SWT.

Interaksi dengan Al-Qur’an juga akan memperkokoh hubungan dengan Allah SWT, Sang Pencipta. Al-Qur’an membuat kita selalu dekat dengan Allah SWT karena Al-Qur’an merupakan tali Allah yang kokoh, yang jika manusia berpegang teguh dengannya maka akan kokoh lah hidupnya, membawa kita pada sikap Istiqomah dan tahan uji.

Tapi apa yang terjadi sekarang yang kita rasakan saat ini, kehidupan yang serba sulit, keadilan yang terkoyaknya, kebobrokan akhlak generasi baik anak-anak dan orang dewasa bahkan para pemangku jabatan yang tidak amanah tiada lain karena telah berpaling dari Al-Qur’an.

Mengapa negeri kita yang di juluki “Zamrud Khatulistiwa” dengan kekayaan alam yang di kandungnya dalam segala bentuk sumber daya alam yang melimpah ruah tapi mayoritas penduduknya berkutat pada kemiskinan?

Bahkan kita masih ingat karena kekayaan alam kita inilah pada saat berkecamuknya perang dingin II Sekutu memberikan pada Indonesia julukan “Harta Karun Asia” tapi apa yang terjadi, musibah selalu datang di negeri ini? Semuanya tiada lain karena tidak adanya keberkahan Allah SWT karena penghuni negeri ini telah jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an, tidak mengikuti petunjuk dan aturan dalam Al-Qur’an.

Contohnya saja sebagian besar kekayaan negeri ini hanya di nikmati oleh segelintir orang. Padahal dalam pandangan Islam hal ini di larang. Firman Allah SWT: ” .. Agar harta itu tidak hanya beredar (menumpuk) pada segelintir orang-orang kaya saja di antara kalian.” ( QS. Al – Hasyr : 7).

Dalam pandangan Islam semua kekayaan adalah milik umum yang di kelola negara dan hasilnya di nikmati oleh seluruh rakyat. Untuk memakmurkan negeri maka wajib menerapkan Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan negara. Pembenahan terhadap sistem pemerintahan, negara di pimpin oleh pribadi yang memiliki mentalitas Al-Qur’an sehingga setiap tindakannya ataupun keputusannya akan meneladani kehidupan dan kepemimpinan Rasulullah Saw yang sempurna menerapkan hukum-hukum Al-Qur’an secara menyeluruh (kaffah) dalam segala aspek tatanan kehidupan. Wallahu a’lam.

Exit mobile version