Site icon

Anak Muda Harus Melek Politik Islam

WhatsApp Image 2021-03-27 at 19.34.53

Oleh : Marnisa Angkat

Mendengar pemuda seperti melihat masa depan karena pemudalah yang akan membawa Of Chage atau Agen Perubahan di masa yang akan datang pada negeri Indonesia ini yang sangat kaya akan sumber daya manusia dan juga sumber daya alam nya.

Namun hal ini sangat di sayangkan. Kenapa tidak? Banyak pemuda saat ini yang tidak melek akan politik, bahkan inggin jauh dari perpolitikan. Dinyatakan Merdeka.com yang menyatakan bahwasannya Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat. Sebanyak 25,7 persen anak muda yang menilai para politisi sudah cukup baik mendengarkan aspirasi.

“Sikap mereka tidak begitu yakin bahwa politisi mewakili aspirasi masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei secara daring, Minggu (21/3). Hasil survei juga menunjukkan hanya 3 persen anak muda yang sangat percaya pada partai politik. Sebanyak 7 persen sama sekali tidak percaya.

Hasil survei tersebut jelas ada rasa ke kecewaan pemuda kepada pemerintahan dan juga kepada partai politik diaman mereka berkoalisi hanya untuk memenuhi kepentingan-kepentingan mereka saja dan juga kepentingan para kapitalis . Akan tetapi tidak peduli dengan jeritan masyarkat dan juga generasi pemuda yang ada saat ini.

Memang tidak heran lagi jika politik saat ini banyak mendatang keresahan dan kehancuran bahkan kecewa yang dirasakan pemuda sekarang ini bahkan masyarkat sekalipun sehingga berpikir tidak perlu ikut politik karena politik merupakan alat untuk memenuhi kepentingan kelompok tertentu.

Masyarakat sekarang ini selalu identik dengan persoalan seputar pemilu dan segala macam intriknya yang syarat dengan trik untuk memenangkan pertarungan. Wajar bila lantas orang menilai bahwa aktivitas politik adalah aktivitas yang kotor dan mesti dihindari. Benarkah demikian? Bagaimana politik dalam pandangan Islam, dan apa pula pentingnya membangun kesadaran politik kepada pemuda?

Sedangkan Politik dalam pandangan Islam berarti pengaturan terhadap urusan umat, baik untuk urusan dalam maupun luar negeri dengan cara Islam, politik pada dasarnya bukanlah kegiatan yang kotor, karenannya tidak boleh dijauhi. Memimpin dan mengatur urusan umat serta mengadakan perbaikan yang bermanfaat untuk kehidupan di dunia dan akhirat adalah inti dari tujuan politik.

Jadi, politik itu sangatlah penting. Tidak akan tegak kehidupan manusia tanpa politik. Tapi tidak akan menjadi baik kehidupan sebuah masyarakat tanpa politik yang Islami. Begitu banyak persoalan umat yang tidak terselesaikan yang membuat keadaan umat semakin buruk tidak, lain disebabkan karena syariat Islam tidak diterapkan dalam kehidupan.

Rasulullah SAW telah mengingatkan dalam haditsnya: “Perumpamaan orang yang menjaga dan menerapkan batas (peraturan) Allah adalah laksana kelompok penumpang kapal yang mengundi tempat duduk mereka. Sebagian mereka mendapat tempat di bagian atas, dan sebagian lain di bagian bawah. Jika mereka membutuhkan air, maka harus berjalan melewati bagian atas kapal. Maka mereka berujar: “Bagaimana jika kami lobangi saja bagian bawah kapal ini (untuk mendapatkan air) toh hal itu tidak menyakiti orang yang berada di bagian atas”. Jika kalian biarkan mereka berbuat menuruti keinginan mereka itu, maka binasalah mereka, dan seluruh penumpang kapal itu. Tetapi jika kalian cegah mereka, maka selamatlah mereka dan seluruh penumpang yang lain,” (HR. Bukhari).

Karena itu, adanya kesadaran politik Islam pada jiwa pemuda sangat penting. Dari kesadaran politik ini, perubahan peradaban dari politik yang batil akan menuju perubahan politik yang hakiki umat menjadi tahu tentang bagaimana semestinya hidup diri dan masyarakatnya diatur sesuai dengan aturan Islam. Ketika pengaturan yang Islami itu tidak ada, maka ia akan berusaha atau berjuang untuk mewujudkannya. Inilah hakikat dari perjuangan atau dakwah politik yang seharusnya di miliki setiap pemuda.

Membangun kesadaran politik pemuda

Memahami politik yang benar sebagai pemuda kita harus paham politik Demokrasi dengan politik islam sangat lah berbeda diamana politik Demokrasi selalu mengedepankan kan kepentingan para kapitalis dapat kita lihat fakta-fakta saat ini.

Islam adalah agama sekaligus ideologi. Islam menyebut politik dengan istilah Siyasih, yaitu aktivitas mengatur  urusan umat. Sementara kesadaran politik memiliki makna  yaitu mengamati dunia dengan perkembangan beritanya baik itu nasional maupun internasional, dengan sudut pandang tertentu yang khas, baik itu berupa pemikiran, ideologi atau asas manfaat tertentu. Ini dijadikan sebagai landasan dalam memahami pergolakan politik saat ini, terlebih lagi konsep barat dalam menghancurkan pemikiran Islam.

Kesadaran politik ini, penting tumbuh dan dipahami oleh umat. Dan bagi seorang Muslim, yang menjadi sudut pandang dalam memandang dunia secara keseluruhan adalah akidah Islam. Akidah Islam menjadi tolak ukur dalam mengindra setiap pergolakan politik yang terjadi.

Salah satu aktivitas politik yang wajib dipahami oleh seluruh kaum Muslimin adalah, Islam mewajibkan laki-laki dan perempuan wajib turut andil dalam aktivitas politik, yaitu amar ma’ruf nahi mungkar. Mengajak pada kebenaran dan mencegah pada kemungkaran.

Sejak runtuhnya Khilafah, pemikiran politik Islam tidak lagi diterapkan lagi oleh satu pun dari negeri muslim. Sekarang ini, yang dipakai dan berkembang adalah konsep politik barat. Tujuannya adalah, mengubur dalam pemikiran politik Islam, barat mengondisikan umat untuk enggan berfikir politis, apalagi terlibat dalam aktivitas politik.

Sebagian tidak merasa butuh dengan politik dan sibuk mengurusi kepentingan individu, sebagian yang lain menganggap politik adalah kotor dan dosa sehingga jangan sampai terlibat di dalamnya. Pemikiran inilah yang meracuni umat, karena umat yang tidak paham, politik itu sendiri. Sedangkan landasan Islam diterapkan adalah ketika politik Islam diterapkan, sehingga segala pengurusan Islam dilakukan dengan syariah Islam.

Hal ini jika terus dibiarkan menjadikan umat tidak bangkit pemikirannya dan akan terkungkung dalam jeratan pemikiran sekuler. Oleh karena itu, harus ada upaya penyadaran di tengah-tengah umat. Menyadarkan adanya bius politik barat yang menjadi racun bagi umat, dan memahamkan umat seperti apa politik Islam serta kewajiban untuk menerapkannya.

Wallahualambissawab.

Exit mobile version