Kliksumatera.com, PALEMBANG- Musyawarah Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Sumatera Selatan periode 2020-2023 berlangsung di Dinas PUPR Kota Palembang Sabtu, (25/07/20).
Prof. Anies Sadgaf terpilih secara aklamasi pada Muswil PII ke-2 dalam agenda Menetapkan Garis Besar Program Kerja Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Masa Bakti 2020 – 2023.
Dalam keterangan persnya, Prof. Anies Saggaf mengatakan bahwa kepengurusan PII di Sumsel selama ini sudah bagus dan terlaksana dengan baik yakni mengenai pendataan insinyur yang dilakukan di Provinsi Sumatera Selatan sudah terdata dengan baik.
Anies juga menegaskan bahwa organisasi PII ini sendiri menjalankan amanat Undang Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran serta
PP Nomor 25 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2014 Tentang Keinsinyuran.
Memang dalam profesi Insinyur ini adalah Insinyur Akademik yang menempuh studi bidang teknik yang menempuh jumlah SKS yang sudah ditentukan oleh Perguruan Tinggi pada saat itu.
Namun akan terbit lagi gelar Insinyur dari Peraturan Pemerintah, memang sementara dari Perguruan Tinggi Negeri yang dimandatkan.
Menurut Anies, Universitas Sriwijaya sudah mendapat mandat dari tahun 2016 yang lalu tapi belum bisa dilaksanakan karena harus bersama sama dengan PII.
”Jadi, mudah-mudahan dalam waktu dekat berkasnya ada di Jakarta saat ini masih menunggu proses di Kemendikti. Kita berharap tahun depan, yakni tahun ajaran baru PII dapat memulai kerjasama dengan Universitas sriwijaya dalam menciptakan insinyur-insinyur muda yang bergelar ST (Sarjana Teknik),” tegasnya.
Selain itu, tugas dari PII ini sendiri harus mengayomi mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang bergelar insinyur. ”Jadi siapa pun yang mendapat gelar insinyur baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta boleh mengambil sertifikasi profesi ini yang merupakan lembaga profesi yang tujuannya untuk mendukung program pemerintah agar dapat mencetak SDM yang siap pakai dan terampil baik dalam pembangunan maupun nonkonstruksi,” tuturnya.
Lebih lanjut Anies mengatakan PII ini adalah lembaga profesi yang dipersiapkan untuk user seperti, LPJK yang membidangi konstruksi dan masih banyak yang lainnya.
Tentunya ilmu yang diberikan oleh PII adalah ilmu yang diberikan pada bidang khusus dan lebih spesifik sesuai dengan standar yang ada.
Jadi gelar insinyur yang disandang bukanlah gelar abal-abal melainkan gelar Insinyur yang melalui proses pendidikan akademik dan sertifikasi dari PII yang sudah teruji dan kompetensi di bidangnya.
Kalau sekarang gelar Insinyur sudah tidak ada lagi melainkan berubah menjadi Sarjana Teknik (ST) yang diwajibkan untuk mengambil sertifikasi profesi dengan bidang masing-masing.
Anies mencontohkan misalnya seperti struktur tidak boleh mengambil bidang lain seperti tukang air, ahli tanah, dan konstruksi.
Semua bidang tersebut yang mengeluarkan sertifikatnya adalah PII bersama perguruan tinggi persis di jurusan kedokteran. ”Dalam menyusun kurikulum itu perguruan tinggi bersama sama dengan PII tidak hanya Unsri yang menyusun dan melihat juga local wisdom bersama pemerintah daerah sesuai dengan keperluan dan kebutuhannya,” cetusnya.
Profesi ini tidak banyak memiliki kelas dan lebih banyak pratikel. Saat ini Anies tengah menyusun program kerja dan menyusun kepengurusan organisasi selama tiga tahun ke depan guna memajukan organisasi profesi ini dan mencetak insinyur-insinyur baru yang siap pakai dalam dunia kerja.
Anies optimis ke depannya PII ini diisi oleh orang orang pintar dan baik serta dapat besinergi baik dengan pemerintah maupun stakeholder yang ada.
Anies mengajak semua Insinyur yang ada di Provinsi Sumatera Selatan untuk bergabung bersama-sama dalam memajukan Organisasi Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Sumatera Selatan untuk periode 2020-2023.
Laporan : Andrean
Editor/Posting : Imam Ghazali

