Site icon

Antisipasi Stunting Satgas Kodim 1607/Sumbawa Gandeng UPT Pukesmas Untuk Berikan Penyuluhan

IMG-20230528-WA0000

Sumbawa— Rangkaian kegiatan TMMD Kodim 1607/Sumbawa terus berjalan. Beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari jumat tanggal 26 Mei 2023 satgas TMMD Kodim 1607/Sumbawa mengelar kegiatan non fisik dengan mengadakan penyuluhan KB dan stunting kepada masyarakat di Dusun Luk Karya, Desa Luk, Kecamatan Rhee.

Penyuluhan KB dan stunting yang digelar digedung serba guna dusun Luk ini mendapat respon cukup positif oleh warga, diperkirakan kurang lebih 30 orang yang datang kegedung serba guna dusun Luk untuk mengikuti penyuluhan tersebut.

Satgas Kodim 1607/sumbawa bekerja sama dengan UPT Pukesmas Desa Rhee Bapak Syrifuddin, St dan para kader KB. Selain itu berkesempatan hadir juga Kepala Desa Luk bpk Junaidi,SE beserta perangkat Desa Luk.

Pada pukul 20:30 WITA kegiatan penyuluhan KB dan Stanting dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala Desa Luk. “Sebelumnya kami ucapkan terimakasih kepada anggota satgas TMMD Kodim 1607/Sumbawa yang telah dengan tulus membantu dan membangun desa. Kami juga akan dengan senang hati untuk bisa membantu untuk kesuksesan kegiatan TMMD ini baik kegiatan fisik maupun kegiatan non fisik” ujar Kepala Desa Luk bpk Junaidi,SE.

Setelah itu Bapak Syrifuddin, St yang ditunjuk sebagai pemateri mulai memberikan penyuluhan. Penjelasan yang beliau sampaikan sangat mendetail mulai dari awal mula program KB ini mulai di canangkan oleh pemerintah sampai tujuan diadakan program KB.

“Program KB sudah menjadi salah satu program Negara sejak Orde Baru, dengan tujuan untuk menekan jumlah penduduk. Selain untuk menekan jumlah penduduk” jelasnya.

Selain memberikan informasi tetang KB lanjut Bapak Syarifuddin, St memebrikan materi tetang stunting. Dengan sangat jelas beliau mulai menjelaskan.

Tahun 2021 terbit inpres no 72 tentang stunting,target pemerintah dalam penurunan stunting yaitu 14 persen pada tahun 2024 , untuk di kabupaten Sumbawa tingkat stunting saat ini adalah 11 persen.

Ada beberapa langkah BKKBN untuk menurunkan stunting yaitu dengan cara pendampingan keluarga oleh kader PPK ini di bentuk untuk pendekatan pada keluarga stuanting sehingga bisa mempercepat penanganan stunting .

Perbedaan penanganan stunring pada jaman dulu dengan zaman sekarang yaitu zaman dulu stunting dulu baru di tangani, zaman sekarang kita melakukan penanganan dari hulu sehingga stunting bisa kita perkecil dan sekarang di bekali dengan aplikasi elsimil , dengan aplikasi elsimil ini setiap calon pengantin wajib menunjukkan sertifikat elsimil.

Calon pengantin harus di dampingi 3 bulan sebelum menikah ini bertujuan ketika calon pengantin mempunyai calon bayi harus di interpensi dan harus memakan makanan yang bergizi sehingga memiliki keturunan yang berkualitas.

Program yang di turunkan oleh BKKBN adalah kampung KB, kampung KB ini di turunkan terutama di wilayah stunting menjadi penting untuk ditanggulangi bersama karena permasalahan yang muncul pada anak stunting selain dari tubuhnya lebih pendek dari anak sebayanya, juga pertumbuhan dan perkembangan otak yang tidak optimal sehingga berdampak pada kecerdasan, kemampuan daya saing dan kesempatan kerja yang menjadi lebih sempit, juga pada munculnya penyakit degeneratif di kemudian hari.

Stunting dapat dicegah sejak sedini mungkin, yaitu dengan mencukupi kebutuhan gizi pada ibu hamil sampai dengan anak usia 2 tahun atau dengan melakukan pengasuhan 1000 HPK (hari pertama kehidupan) yaitu 270 hari dalam kandungan dan 730 hari dari lahir sampai dengan anak usia dua tahun.

Dengan penjelasan dan pembabaran tetang KB dan Stunting diharapkan masyarakat semakin pahan tujuan dari KB dan dapat mengantisipasi sejak dini terjadinya stunting untuk kedepanya.

Exit mobile version