Kliksumatera.com, ASAHAN- Pengelolaan aset produksi di Kebun Sei Kopas PTPN IV PalmCo menuai sorotan. Di lapangan, ditemukan berondolan kelapa sawit yang dibiarkan berserakan serta kondisi tanaman sawit yang dinilai kurang terawat. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi kerugian perusahaan akibat lemahnya pengelolaan kebun.
Pantauan di areal kebun Afdeling Vl dan Vll Kebun Sei Kopas menunjukkan berondolan sawit yang tidak dikutip secara maksimal, padahal berondolan merupakan bagian dari hasil produksi yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, beberapa blok tanaman tampak tidak terpelihara optimal, yang dikhawatirkan berdampak pada produktivitas jangka panjang.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas manajemen kebun dalam menjalankan fungsi perencanaan, pengawasan, dan pengendalian operasional. Sebagai entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PTPN IV PalmCo dituntut untuk menerapkan tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada efisiensi.
Sejumlah pihak menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan dan sistem kerja di Kebun Sei Kopas. Pembiaran aset produksi dinilai bertentangan dengan upaya peningkatan kinerja dan transformasi perusahaan yang selama ini digaungkan oleh PalmCo. “Jika berondolan dan tanaman sawit tidak dikelola dengan baik, maka yang dirugikan bukan hanya perusahaan, tetapi juga negara dan kesejahteraan para pekerja,” ujar Sekjen MPPN (Mahasiswa Pengawas Perkebunan Negara).
Pihak manajemen Kebun Sei Kopas saat dikonfirmasi diwakilkan Bapak Merino mengatakan, terkait perawatan pruning belum masuk rotasi bg, untuk berondolan yang terbuang akan kami perbaiki.
Publik berharap adanya langkah cepat dari manajemen regional, Palm-co maupun holding untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar aset produksi dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Pengelolaan Aset Produksi di Kebun Sei Kopas Perlu Evaluasi Serius
Kondisi aset produksi di Kebun Sei Kopas PTPN IV PalmCo patut menjadi perhatian serius. Di lapangan, masih ditemukan berondolan sawit yang dibiarkan tidak terkelola secara optimal serta tanaman sawit yang tampak kurang terawat. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas manajemen kebun dalam menjaga dan mengoptimalkan aset produksi perusahaan.
Sebagai BUMN sektor perkebunan, PTPN IV PalmCo memikul tanggung jawab besar dalam menjaga produktivitas, efisiensi, serta keberlanjutan kebun. Berondolan sawit sejatinya merupakan bagian dari hasil produksi yang memiliki nilai ekonomi, sehingga pembiaran terhadapnya berpotensi menimbulkan kerugian perusahaan.
Selain itu, kondisi tanaman sawit yang tidak terawat dengan baik dapat berdampak langsung terhadap penurunan produksi jangka panjang. Hal ini tentu bertolak belakang dengan semangat transformasi dan peningkatan kinerja yang selama ini digaungkan oleh PalmCo.
Manajemen kebun, khususnya di tingkat unit, diharapkan mampu menjalankan fungsi pengawasan, perencanaan, dan pengendalian secara maksimal. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja, kedisiplinan operasional, serta kepemimpinan di Kebun Sei Kopas menjadi hal yang tidak bisa ditunda.
Perbaikan tata kelola kebun bukan semata untuk kepentingan perusahaan, tetapi juga demi kesejahteraan pekerja dan kontribusi optimal bagi negara. Transparansi, profesionalisme, dan ketegasan manajemen menjadi kunci agar aset produksi tidak terbuang sia-sia.
Laporan : Boy
Posting : Imam Gazali

