Site icon

Atasi Stunting Tak Cukup Safari Gemar Makan Ikan

WhatsApp Image 2023-03-26 at 18.45.34

Oleh : Desi Anggraini, Pendidik Palembang

Pemerintah Kota (Serang) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Serang menggelar acara Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM), Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis (9/3/2023). Gerakan Gemarikan sebagai ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan gizi sehingga dapat mencegah stunting pada anak.

Acara dihadiri Walikota Serang Syafrudin, Camat Kasemen Kristiyanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kasemen, para Lurah dan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Syafrudin mengatakan, ajakan gemar makan ikan atau Gemarikan bertujuan untuk mengentaskan permasalahan ekonomi, selain bertujuan untuk mempercepat penurunan stunting pada anak. Menurut Syafrudin, ikan banyak gizinya dan kaya akan protes in, bukan hanya baik dikonsumsi oleh kalangan dewasa, terlebih untuk anak-anak, (BisnisBanten.com, Kamis,9/03/2023).

Saat ini kemiskinan masih diproduksi, akibat penerapan kapitalisme, menghasilkan buah berduri yang teramat pahit. Sebagian besar kekayaan negara dikuasai segelintir orang saja. Akhirnya rakyat harus lebih keras berjuang untuk mendapat makanan yang layak.

Kini masyarakat juga harus membayar untuk memperoleh air bersih. Itu pun belum tentu seluruh masyarakat dapat menjangkaunya. Ditambah lagi berbagai kesulitan yang menghimpit kian menghampiri. Mulai dari harga bahan pokok yang merangkak, kelangkaan minyak, dan lainnya. Semua ini menjauhkan masyarakat dari kata sejahtera.

Sayangnya, saat ini justru sistem kapitalismelah yang diterapkan oleh mayoritas negara di dunia. Sistem ekonomi kapitalisme—dengan pasar bebasnya—melegalisasi berlakunya hukum rimba dalam kehidupan. .

Kapitalisme membuat negara yang kaya sumber daya alam menjualnya ke swasta dan asing, dan memiskinkan rakyatnya sendiri. Kondisi ini jelas mengakibatkan kemiskinan terus terjadi. Karenanya, mustahil stunting bisa teratasi selama negara masih menerapkan kapitalisme.

Kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya stunting ini jelas membutuhkan solusi nyata untuk meningkatkan daya beli dan ketercukupan pangan yang bergizi. Solusi ini jelas membutuhkan peran nyata negara sebagai pelindung rakyatnya, yang tidak mungkin terwujud dalam sistem kapitalisme.

Islamlah satu-satunya harapan untuk memberantas stunting. Islam mewajibkan negara untuk menjamin kesejahteraan setiap individu rakyat, termasuk anak-anak. Islam mengharuskan Khalifah sebagai kepala negara bertanggung jawab melayani kebutuhan rakyat, termasuk dalam mencegah adanya stunting.

Khalifah akan memperhatikan kualitas generasi karena generasilah yang akan membangun peradaban masa yang akan datang. Dengan penerapan sistem ekonomi Islam, negara akan mengatur kepemilikan negara dan mewajibkan pengelolaan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, negara akan memiliki sumber pendapatan yang besar, sehingga rakyat individu per individu terpenuhi kebutuhan hidupnya dan terhindar dari kemiskinan.

Negara juga menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan sesuai dengan gizi seimbang secara berkualitas. Sumber pendapatan yang kuat ini juga membuat Khilafah mampu menghadapi pandemi, sehingga tidak terjadi kemiskinan dan stunting pun dapat dicegah. Dengan dukungan sistem kesehatan dan sistem lainnya, negara Khilafah mampu memberantas stunting dengan tuntas, bahkan mampu mencegah terjadinya stunting pada keluarga yang berisiko stunting.

Keimanan dan ketakwaan Khalifah bersama seluruh jajarannya akan menjadikan mereka sungguh-sungguh mengurusi rakyatnya dengan penuh tanggung jawab, karena menyadari kepemimpinan mereka akan dimintai pertanggungjawaban Allah di akhirat kelak. Dengan demikian, Khilafah akan mampu mewujudkan generasi yang berkualitas bebas dari stunting, yang siap mewujudkan peradaban yang mulia. Wallahu a’lam bishshawab

Exit mobile version