Kliksumatera.com, BANYUASIN- Warga Banyuasin dikejutkan pembunuhan terhadap Serka Muhammad Teguh, seorang anggota Babinsa. Dari informasi beredar, anggota Babinsa dikeroyok ketika korban menghadiri undangan syukuran di Desa Terusan Muara, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, Kamis (7/7/2022) lalu.
Saat itu korban berada di lokasi itu, ia dikeroyok sejumlah pemuda dan mengalami luka tusuk. Warga berupaya menolong korban yang sudah mengalami luka tusuk parah.
Sempat dilarikan ke RSMH Palembang untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawa korban tidak tertolong karena mengalami luka tusuk parah di bagian punggung.
Dari informasi yang diperoleh Tribunsumsel.com, sejumlah pelaku yang sempat melarikan diri saat ini sudah berhasil ditangkap.
Berdasarkan pantauan di sosial media, tewasnya anggota Babinsa Banyuasin Serka Muhammad Teguh telah tersebar di sosial media seperti instagram.
Kejadian yang menimpa Serka Muhammad Teguh membuat banyak netizen geram. Netizen, berharap para pelaku bisa mendapatkan hukuman yang sangat berat.
Seperti di akun instagram @infokomando.official, banyak netizen yang mengomentari terkait kejadian ini.
Netizen berharap, pelaku bisa berakhir sama dengan korban.
Seperti yang diungkapkan han_heira. “innalillahi wainnailaihiroji’un, prjuangan kinerja Babinsa itu gk mudah, brsentuhan Ingsung ditengah2 msyarakat brbagai stuasi. klakuan org biadab ini,” kata han_heira.
Sedangkan pemilik akun @veril_khan bahkan menulis “Bang nyawa bayar nyawa,” ujarnya dalam kolom komentar.
Adapula pemilik akun @danang2070, menuliskan “masih mulus ya tunggu semua babinsa besuk ya,” tulisnya.
Dari informasi yang diperoleh, ada lima orang pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap korban Serka Muhammad Teguh.
Dari lima pelaku, dua pelaku sudah ditangkap yang diketahui, identitas pelaku yakni Rizki Akbar dan Junaidi.
Sedangkan, pelaku lain yang melarikan diri dan masih dalam pengejaran yakni Jon, Edi, dan Nurman.
Kapendam Kodam II Sriwijaya, Letnan Kolonel Kav Rohyat Happy Ariyanto mengatakan, pihaknya belum bisa berkomentar banyak perihal kejadian ini.
Termasuk motif dan kronologi juga masih didalami. “Itu masih dalam proses pendalaman jadi kita belum bisa kasih statemen lebih,” ujarnya, Senin (11/7/2022).
Sumber : Tribun Sumsel
Editing : Imam Ghazali

