Site icon

BLT Dana Desa Dipotong, untuk Apa?

WhatsApp Image 2022-11-12 at 15.34.40

Oleh : Mutiara Aini

Ironis, di tengah kesulitan dan himpitan hidup yang di alamai oleh rakyat, para penguasa seakan tak punya hati nurani mengambil kebijakan yang merugikan dan memberatkan hidup rakyatnya.

Mengutip dari Tribunsumsel.com (4/11/22), sejumlah warga mendatangi Mapolres Ogan Ilir di Indralaya untuk melaporkan dugaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa yang dipotong dengan potogan bervariasi bahkan ada yang mencapai Rp 400 ribu.

Warga berasal dari Desa Kandis II, Kecamatan Kandis tak terima hak mereka dipotong bahkan hampir 50 persen. Kosim, salah seorang warga yang melapor mengungkapkan, BLT sebesar Rp 900 ribu dibagikan kepada setiap kepala keluarga (KK) per tiga bulan. “Yang BLT bulan Juli, Agustus dan September, dipotong. Dan itu banyak sekali warga yang mengeluhkan,” kata Kosim saat ditemui di Mapolres Ogan Ilir, Jumat (4/11/2022) pagi.

Mengapa pemerintah begitu pelit dan berbelit untuk memberikan hak rakyat? Malah sebaliknya, pemerintah justru begitu murah hati terhadap golongan borjuis. Hal ini seakan menegaskan akan jati dirinya sebagai rezim kapitalis?

Buah dari Sistem Kapitalisme

Di tengah himpitan ekonomi yang sangat sulit ini masih ada saja orang-orang yang menggunakan kekuasaan, jabatan, amanah dan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Faktanya berbagai bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat, dijadikan lahan untuk mendapatkan keuntungan duniawi. Akhirnya bantuan yang seharusnya sampai kepada masyarakat tersebut dikurangi dengan berbagai alasan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Padahal bantuan tersebut adalah amanah yang harus disampaikan kepada mereka yang berhak. Padahal perbuatan ini merupakan perbuatan yang tercela dan berdosa, baik dilihat dari sisi kemanusiaan, lebih-lebih dari perspektif agama.

Islam sangat melarang memakan harta orang lain dengan cara yang batil, seperti mencuri, merampok, korupsi dan mengambil hak orang lain. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nisaa: 29 “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.

Dalam sistem kapitalisme, BLT atau bansos hanyalah solusi tambal sulam dalam menyelesaikan masalah yang sejatinya dibuat sendiri olehnya. Sehingga,, menyelesaikan masalah kesejahteraan tidak bisa menggunakan sistem ekonomi kapitalisme. Negara harus membuangnya, karena telah terbukti kuat sebagai biang kerok permasalahan di negeri ini.

Islam Menyejahterakan Umat

Islam memiliki seperangkat aturan yang terbukti mampu menyejahterakan warganya tanpa pandang bulu. Negara berfungsi sebagai pihak sentral dalam mengurus seluruh urusan umat. Bahkan negara dengan kekuatan baitulmalnya akan mampu menjamin kesejahteraan warga.

Salah satu contoh Kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang dikenal banyak orang beliau mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya hingga tidak didapati seorang pun yang berhak menerima zakat. Semua itu karena sistem Islam yang utuh dan menyeluruh yang diterapkan oleh negara dan juga sistem ekonomi yang berfokus pada umat.

Selain itu, sistem pemerintahan Islam akan menindak tegas para penguasa yang mangkir dari kewajibannya memenuhi hak rakyat. Oleh karena itu, kesejahteraan hanya akan bisa kita raih jika menerapkan Islam secara utuh dalam bingkai Khilafah Islamiah.

Rasulullah dalam sabdanya mengingatkan bahwa:“setiap kalian adalah peminpin dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertangngungjawaban atas yang dia pimpin.(HR. Bukhari-Musli. Abu daud, Tirmidzi dan Ahmad).
Wallahu àlam bishowwab

Exit mobile version