Site icon

Bupati Muratara:Siaap dirikan Tower  Di Empat Desa,Biar lancar Untuk Berkomunikasi

IMG-20260302-WA0098

kliksumatera.com Muratara KS Pemerataan Pembangunan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)Provinsi Sumatera Selatan, terus Genjot pembangunan Tower Terhadap Desa Yang tertinggal,Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Devi Suhartoni bersama wakil Bupati H Junius Wahyudi. Langkah ini akan dilakukan agar Muratara tidak lagi menyandang status sebagai kabupaten tertinggal serta mampu bersaing dengan daerah lain di Sumatera Selatan.Minggu (01/03/26)


Dalam pernyataannya melalui akun Facebook pribadi, Bupati Devi Suhartoni menyampaikan kabar baik kepada masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa insyaallah pada bulan April mendatang akan dibangun empat tower jaringan telekomunikasi di sejumlah desa.

“Ada empat desa insyaallah bulan April jika tidak ada perubahan lagi masuk tower, salah satunya SP8 Nibung, Pak Kades Dindo Cik Iwan,” ujar Bupati.
Ia berharap masyarakat dapat mendukung penuh proses pembangunan tersebut. Menurutnya, masuknya tower jaringan merupakan langkah penting dalam membuka akses komunikasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

“Semoga kita terus berbenah. Cara berbenah yang baik adalah ketika tower masuk jangan banyak oknum yang meminta ini itu, nanti orang lari lagi,” tegasnya.

Selain pembangunan jaringan telekomunikasi, Bupati juga memastikan bahwa jalan utama Nibung akan terus diselesaikan secara bertahap. Target penyelesaian dilakukan hingga tahun 2025 dan berlanjut pada 2026, termasuk pembangunan akses bersama wilayah Ulu Rawas.

Namun demikian, Bupati Devi Suhartoni juga menjelaskan kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami tekanan. Ia mengungkapkan bahwa APBD Muratara mengalami penurunan signifikan. Bahkan, dana transfer dari pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2024 dan 2025 sebesar Rp225 miliar masih tertahan dan belum cair.

“Uang sejumlah ini tentu sangat besar untuk menyelesaikan jalan, jembatan, rumah dan sekolah. Jadi kalau ada banyak program belum berjalan karena memang ada kendala anggaran kita,” jelasnya.

Tak hanya itu, pada tahun 2026 Muratara juga mengalami pengurangan anggaran sebesar Rp480 miliar. Kondisi tersebut berdampak pada banyak program pembangunan yang belum bisa dilaksanakan di seluruh kecamatan.

Ia menegaskan bahwa pengurangan anggaran bukan hanya terjadi di Muratara, tetapi juga dialami oleh seluruh kabupaten di Indonesia. Meski demikian, pemerintah daerah tetap fokus menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan hak-hak pegawai tetap terpenuhi.

“Yang saya jaga jangan sampai Muratara tidak gajian para guru, nakes, ASN dan penunjang kegiatan pemerintahan. Kita tetap aman, damai dan mendoakan kebaikan untuk negara dan daerah kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan bahwa kemajuan Muratara saat ini merupakan hasil kerja keras bersama, termasuk kontribusi para pendahulu seperti almarhum Akis, Agus, dan Syarif. Ia juga mengapresiasi perhatian dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang dinilai selalu memberikan dukungan bagi pembangunan Muratara.

“Apakah Muratara sudah iluk nian? Lumayan ado, iluk nian lum. Ini semua kerja keras kita bersama,” pungkasnya.

Dengan berbagai keterbatasan anggaran yang ada, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan memprioritaskan program-program strategis demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.(jun)

Exit mobile version