Site icon

Buruknya Layanan Kesehatan di Sistem Kapitalisme

WhatsApp Image 2021-06-19 at 23.17.05

Oleh: Rismayana (Aktivis Muslimah)

Baru-baru ini RSUD Pringadi Medan kembali menjadi sorotan publik. Betapa tidak, viralnya video berdurasi 1 menit 59 detik yang memperlihatkan adanya protes keluarga bayi diduga “dicovidkan” oleh pihak rumah sakit.

Rencananya bayi yang bernama Khayra Hanifa Al Maghfirah ini akan dioperasi akibat dari membesarnya perut bayi tersebut, dikarenakan apa yang dikonsumsi bayi tersebut tidak bisa keluar.

Maka rumah sakit menjadwalkan akan mengoperasi pasien di hari Selasa (8/6) malam, ternyata hingga pukul 01 malam pasien tidak juga dioperasi, malah rumah sakit Pringadi memberikan alasan bahwa si bayi terpapar Covid-19. Kedua orang tua si bayi merasa keberatan atas laporan petugas rumah sakit, karena merasa anaknya tidak pernah dites swab rapid.

Sebelumnya si bayi pernah dirawat di rumah sakit Stella Maris dengan hasil negatif. Kejadian yang terjadi di rumah sakit Pringadi Medan langsung direspon oleh Wakil DPRD dari Fraksi PKS, Rajudin Sagala, beliau mengatakan kami akan mengelar dengar pendapat mengapa kejadian ini bisa terjadi.

Buruknya pelayanan RSUD Pringadi ini bukan kali ini saja, tapi sudah berkali-kali. Sebelumnya kita juga sama-sama tahu ada persoalan tabung oksigen kosong yang diduga menyebabkan meninggalnya seorang pasien. (waspada.co.id, 09/06/2021).

Buruknya pelayanan rumah sakit adalah cerminan dari buruknya pelayanan yang dilakukan Negara kepada rakyatnya. Setelah ada masalah yang timbul baru kemudian ditangani. Inilah kebiasaan buruk dari sistem kapitalisme yang memandang segala persoalan secara sempit dan tanpa pikir panjang.

Berbeda dengan sistem Islam (Khilafah), dalam sistem Islam pengobatan dan jaminan kesehatan merupakan kewajiban negara untuk seluruh rakyatnya.

Rumah sakit maupun klinik merupakan fasilitas umum yang dibutuhkan oleh rakyat dalam pelayanan kesehatan. Untuk itu negara bertanggung jawab menyediakan pelayanan kesehatan dan pengobatan, sekaligus menjamin kemudahan dalam mengaksesnya.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Setiap kamu adalah pemimpin dan pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dia pimpin.” (HR.Al-Bukhori).

Di masa kepemimpinan Rasulullah SAW selaku kepala negara beliau pernah mengutus seorang dokter untuk mengobati Ubay Bin Kaab ra, saat itu Rasul SAW mendapat hadiah seorang dokter dari Muqauqis, beliau menjadikan dokter tersebut sebagai dokter umum untuk seluruh kaum muslimin.

Dari hadis tersebut jelaslah bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar rakyat yang wajib disediakan oleh negara. Semua itu akan terwujud dengan diterapkannya syariat Islam dalam naungan Daulah Khilafah ke tengah-tengah umat.

Wallahualam bissawab.

Exit mobile version