Di tengah hamparan sawah hijau yang membentang luas di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Desa Cikuya menemukan babak baru dalam sejarahnya. Di bawah terik matahari yang menyengat, semangat gotong royong membara, menyatukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, dan warga desa dalam sebuah misi mulia: membangun desa dari hati, melalui aksi nyata.
Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang diinisiasi oleh Kodim 0713/Brebes bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Lebih dari itu, TMMD adalah cerminan kebersamaan, kepedulian, dan harapan yang diwujudkan dalam setiap butir keringat dan langkah kaki. Sejak dimulai pada 10 Februari lalu, desa ini seperti mendapatkan suntikan energi baru, semangat membangun yang membara dalam setiap jiwa.

Jalan Panjang Menuju Perubahan
Sebelum TMMD hadir, Desa Cikuya menghadapi tantangan berat. Akses jalan yang buruk, terutama saat musim hujan, menjadi penghalang utama aktivitas ekonomi dan sosial warga. Lumpur dan jalan rusak memaksa warga berjibaku, menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencapai sekolah, pasar, atau pusat layanan kesehatan. Impian untuk meningkatkan taraf hidup seolah terhambat oleh kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.
Namun, kini semua itu perlahan berubah. Jalan rabat beton sepanjang 1,7 kilometer yang menghubungkan area pertanian dan perkebunan ke pusat desa dan pasar telah berdiri kokoh. Jalan ini bukan hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga membuka akses ke dunia luar, membawa harapan baru bagi masa depan warga Cikuya.
“Dulu, kami harus berjuang keras saat membawa hasil panen ke pasar. Sekarang, dengan jalan yang bagus ini, kami bisa lebih cepat dan efisien,” ujar seorang petani dengan wajah berseri-seri.
Sentuhan Kemanusiaan di Setiap Rumah
Tak hanya jalan, puluhan rumah warga yang sebelumnya tak layak huni juga mendapatkan sentuhan kemanusiaan. Melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), mereka kini memiliki atap baru yang melindungi dari panas dan hujan, dinding yang kuat, dan lantai yang bersih. Bantuan ini bukan sekadar memperbaiki fisik rumah, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya.
Selain itu, pembangunan jamban keluarga dan pos kamling juga menjadi bagian penting dari program TMMD. Jamban keluarga meningkatkan sanitasi dan kesehatan warga, sementara pos kamling memberikan rasa aman dan mencegah tindak kriminalitas.
Lebih dari Sekadar Bangunan: Pendidikan, Kesehatan, dan Semangat Kebangsaan
TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia. Berbagai kegiatan non-fisik seperti penyuluhan pertanian modern, wawasan kebangsaan, dan layanan kesehatan gratis turut memperkuat ikatan emosional warga dengan program ini.
Para petani diajarkan teknik bercocok tanam terbaru agar hasil panen mereka melimpah dan berkualitas. Anak-anak dan ibu-ibu mendapatkan layanan kesehatan dan sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah stunting. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi warga, sehingga mereka mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.
Kisah Ibu Castem: Dari Kegelapan Menuju Cahaya
Di antara sekian banyak kisah inspiratif dari Desa Cikuya, ada satu cerita yang menyentuh hati. Ibu Castem, seorang warga yang selama puluhan tahun tinggal di rumah tanpa listrik, kini bisa menikmati cahaya di rumahnya berkat bantuan dari TNI dan pemerintah.
“Ini seperti mimpi, rumah saya dulu gelap gulita, sekarang sudah terang. Terima kasih kepada semuanya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Ibu Castem adalah simbol perubahan yang dibawa oleh TMMD. Dari kegelapan menuju cahaya, dari kesulitan menuju kemudahan, dari keterbatasan menuju harapan.
Semangat Kebersamaan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han, menekankan bahwa pembangunan ini bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang membangun hati dan semangat masyarakat. Ia berharap, semangat kebersamaan dan gotong royong ini terus terjaga, menjadi fondasi kuat untuk masa depan desa yang lebih maju dan sejahtera.
“Kami hadir di sini bukan hanya membangun jalan dan rumah, tetapi juga membangun kepercayaan dan harapan. Bersama, kita bisa mengubah desa ini menjadi tempat yang lebih baik, tempat di mana warga merasa aman, nyaman, dan bangga,” ujarnya penuh haru.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Kedatangan berbagai pejabat dan tokoh nasional serta daerah semakin menambah semangat dalam pelaksanaan TMMD. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, S.Pd., M.Si., PhD., menyampaikan apresiasi dan harapan agar program TMMD di Brebes semakin diperluas. Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pelaksanaan TMMD ke-127.
Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., menyatakan dukungannya penuh terhadap pelaksanaan TMMD. Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan program unggulan KASAD seperti TNI AD Manunggal Air, renovasi RTLH, dan fasilitasi akses listrik.
Harapan dan Doa untuk Masa Depan
Di akhir pekan ini, seluruh warga dan petugas TMMD berkumpul di desa untuk merayakan pencapaian bersama. Mereka berdoa agar semangat kebersamaan ini terus tumbuh, dan pembangunan yang telah dilakukan menjadi berkah yang abadi. Mereka berjanji akan menjaga dan merawat infrastruktur yang ada, agar manfaatnya bisa dirasakan generasi demi generasi.
TMMD di Desa Cikuya adalah bukti bahwa kekuatan terbesar terletak pada hati dan kebersamaan. Dengan saling membantu dan berdoa, mereka yakin bahwa masa depan desa ini akan semakin cerah, penuh harapan, dan penuh cinta. Karena, membangun desa bukan hanya tentang bangunan, tetapi tentang membangun manusia dan masa depan mereka yang lebih baik.
Desa Cikuya telah bersolek, bukan hanya dengan jalan dan rumah baru, tetapi juga dengan semangat baru dan harapan yang membara. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia, bahwa dengan gotong royong dan kebersamaan, perubahan positif bisa diwujudkan.
***

