Kliksumatera.com, KAYUAGUNG- Kisruh Pencairan Dana Prasejahtera Program Keluarga Harapan (PKH) terus begulir dari tahun ke tahun. Sudah berapa kali pendamping PKH 3 desa dipanggil ke Polres OKI. Tipikor Polres OKI sudah turun langsung ke lapangan untuk cek dan ricek. Dan sampai saat ini belum terbukti ada penerima yang dirugikan, belum ada juga unsur kerugian negara.
Karena terus bergulirnya masalah diduga ada politisasi oknum tertentu, sehingga masalah ini terus dicari-cari kesalahan pendamping. YN yang dikonfirmasi media ini beberapa waktu yang lalu menjelaskan bahwa pencairan Dana PKH langsung ke rekening penerima, bukannya pendamping membagikan uangnya. Ada tuduhan pemotongan itu tidak benar, mungkin ada yang tidak puas, dulu pernah dapat sekarang tidak lagi hasil dari penilaian Pusat Kementrian Sosial. Ada penggantian Menteri Baru di Kementrian Sosial juga sistem dan aturannya berubah. ”Ada ribuan bahkan jutaan perima se-Indonesia bermasalah dengan Nomor NIK yang tidak padan data Capil, NIK yang tidak padan data Bank, NIK tidak Valid dan juga ada perubahan kehidupan secara ekonomi sudah membaik, tidak lagi memiliki komponen PKH seperti ibu hamil, balita, anak sekolah. PKH bukan bantuan seumur hidup. Ini masyarakat tidak mengerti, pendamping tidak mencairkan Dana PKH, dana langsung dari pusat yaitu dana APBN. Kami pendamping sudah bekerja sesuai dengan tupoksi kami sebagai pendamping. Dana PKH diterima masyarakat tidak setiap bulan tapi empat kali dalam setahun, untuk waktunya tidak bisa dipastikan karena menunggu transferan dari pusat. Jika dicek saldonya kosong berarti saldo belum masuk, bukan pendamping yang menghambat ataupun mengambilnya, memang dari Pusat tidak ditransfer,” paparnya.
YN juga menambahkan bahwa permasalahan ini muncul karena ada kepentingan politik, ada unsur pribadi yang kecewa tidak dapat PKH. Pelapor yang tidak menerima PKH melaporkan. Dugaan mungkin juga ingin menjadi Agen E-Warung, jadi penerima bisa mencairkan PKH dan sembako di warung si pelapor. Karena saat ini dia sudah sering melakukan transaksi pencairan tersebut tapi warungnya tidak terdaftar di Bank atau bisa disebut Agen Abal-Abal.
Menurut keterangan pendamping permasalahan ini terus bergulir di Desa Sukadamai, Serinanti, Sukaraja Kecamatan Pedamaran OKI, namun di desa lain aman tidak ada masalah.
Laporan : Heriyanto
Posting : Imam Ghazali

