Site icon

Derap Pagi di Bawah Mentari Sempor, Satgas TMMD Satukan Langkah dan Harapan

WhatsApp Image 2026-03-03 at 08.36.25 (1)

KEBUMEN – Mentari Selasa (03/03/2026) baru saja merangkak naik di ufuk timur ketika barisan rapi prajurit dan warga telah berdiri tegak di lapangan desa. Udara pagi di Sempor masih menyisakan embun, namun semangat tak lagi terasa dingin. Di sanalah Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen mengawali pengabdian dengan apel pagi—sebuah ritual sederhana yang sarat makna kebersamaan.

Apel bukan sekadar formalitas. Ia adalah simpul yang mengikat tekad antara seragam loreng dan pakaian warga. Dalam satu barisan, mereka berdiri sejajar—membaur, menyatukan niat untuk membangun desa.

Bertindak sebagai pengambil apel, Danramil Sempor, Kapten Inf Budi Riyanto, melangkah ke depan barisan. Suaranya tegas namun hangat, mengalun di antara deretan wajah penuh harap.
“TMMD ini bukan hanya milik TNI, tetapi milik kita bersama. Mari kita kerjakan dengan hati, dengan semangat gotong royong,” ujarnya, memecah hening pagi.

Beberapa warga mengangguk mantap. Di sudut barisan, seorang bapak paruh baya berbisik pelan kepada rekannya, “Kalau begini rasanya, berat pun jadi ringan.” Kalimat sederhana itu seolah menjadi gema yang menyatu dengan semangat seluruh peserta apel.

Kegiatan apel pagi tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan rencana kerja hari itu—mulai dari pengerjaan sasaran fisik hingga kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Setiap arahan disampaikan jelas, agar langkah yang diambil tidak hanya serempak, tetapi juga seirama.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., dalam keterangannya menegaskan bahwa apel pagi merupakan fondasi kebersamaan sebelum memulai pekerjaan di lapangan.
“Dari apel pagi inilah terbangun komunikasi, koordinasi, dan rasa memiliki. TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ketika hati sudah menyatu, maka setiap pekerjaan akan terasa lebih ringan dan penuh makna,” tegasnya.

Di bawah panji pengabdian TMMD Reguler ke-127, apel pagi menjadi lebih dari sekadar aba-aba. Ia adalah doa yang dilafalkan dalam barisan, adalah janji yang diikat dalam kebersamaan. Dari Sempor, semangat itu kembali diteguhkan: bahwa membangun negeri bukan hanya soal semen dan batu, melainkan tentang menyatukan hati dan langkah.
Dan pagi itu, di antara derap sepatu dan langkah warga, harapan kembali disemai—tumbuh bersama, seiring matahari yang semakin tinggi menyinari bumi Kebumen.
(Taufik Hidayat)

Exit mobile version