Site icon

Derita Warga Merapi Area Terdampak Debu Batu Bara Mulai Temukan Solusi

WhatsApp Image 2022-06-15 at 08.36.51

Kliksumatera.com, LAHAT- Tiada terlintas di benak masyarakat di Merapi Area bahwa tanah kelahirannya akan diselimuti Debu Batu Bara. Awalnya sih enak, lahan kebun dijual dapat uang banyak, tapi belakangan mulai terasa deritanya. Yakni jalan jadi macet dan debu batu bara mengotori udara sekeliling mereka.

Warga pun berontak. Demo sana-sini digelar mulai tingkat desa hingga mengadu ke Gubernur Sumsel. Menurut informasi yang dihimpun bahwa perusahaan yang ada di Merapi Area telah memberikan kompensasi ke warga yang terkena dampak. Namun ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, dana kompensasi tersebut nyangkut entah kemana.

Mendengar kondisi demikian Bupati Lahat Cik Ujang SH tak tinggal diam, beliau sudah berapa kali memanggil perusahaan tambang untuk menyelesaikan masalah ini. Salah satunya dilakukan di Oproom Setda Pemkab Lahat Rabu 15 Juni 2022 yang dihadiri 17 perusahan batu bara.

Dengan tegas Bupati mengimbau kepada pengusaha tambang setelah habis menambang itu ditutup dan lakukan reklamasi. ”Selain itu juga CSR harus ada, bagi yang meminjam jalan Pemda Kabupaten Lahat tolong izin pakai jangan semaunya,” tegasnya.

Pertemuan ini dihadiri Sekda Lahat Chandra SH, MM, Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK, Kadis PUPR Mirza ST, MM, Kadis DLH Agus Salman, Kadis Dishub Drs Sutoko, Perwakilan 17 Perusahaan, Camat Merapi Barat Sumarno SE, Nasi, Camat Merapi Timur Edealis Pokal S,STP.MM, Forum Amab dipimpin oleh Ozi alias Uje Forum Kades Merapi Timur, Merapi Barat beserta undangan lainnya.

Misra Heriati selaku Pengurus Amab (Aliansi Masyarakat Merapi Area Bersatu) berharap agar Dana Kompensasi Debu dari Perusahaan Tambang yang ada di Merapi Area memberikan dana satu pintu, sehingga tidak simpang-siur.

Laporan : Novita
Editing : Imam Ghazali

Exit mobile version