Site icon

Diduga Oknum Sopir Jual Minyak Home Industri Secara ilegal

WhatsApp Image 2020-01-06 at 05.15.15

foto ilustrasi

Kliksumatera.com, LAHAT- Pertamina dirugikan akibat diduga adanya permainan yang dilakukan oleh sopir-sopir nakal pengangkut minyak solar milik Pertamina. Mereka  ‘’ngecer’’ (kencing di jalan) agar mendapat tambahan rejeki selain gaji yang diterima setiap bulannya namun berimbas negara dirugikan.

Jeriken -jeriken inilah yang diduga untuk menampung minyak ilegal. (foto: idham)

Dari hasil Investigasi awak media di Wilayah Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat ditemukan dugaan adanya permainan nakal dan melanggar hukum yang dilakukan oknum sopir PT. berinisial PT PSB yang sedang menyalurkan minyak solar buat home industri.

Lalu minyak yang seharusnya buat perusahaan itu diduga  sengaja dikencingkan di jalan demi keuntungan pribadi para sopir. Ironisnya lagi, perbuatan tersebut diduga melibatkan oknum anggota.

Bahkan si oknum anggota yang diduga dari jajaran Polres Lahat itu membeli minyak ‘’ngecer’’ yang dimaksud dengan harga Rp.4.500-5.000/liter.

Lalu, minyak hasil tampungan tadi kembali dijual ke Perusahaan Home Industri yang membutuhkan dengan harga berkisar Rp. 6.500-7.500/liter.

Saat dikonfirmasi Senin (6/1), Pertamina melalui Teguh Tri Widodo Fuel Terminal Manager Lahat TBBM Suka Ratu tempat pengisian bahan bakar minyak mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya dugaan permainan nakal oknum sopir tersebut. ‘’TBBM hanya menerima nota bahwasannya bahan bakar minyak solar yang diisi akan disalurkan ke lokasi Home Industri,’’ tegasnya.

Meski demikian, Teguh minta agar hal itu dilaporkan untuk ditindaklanjuti kebenarannya.

Sementara itu, Kapolres AKBP Irwansyah SIK MH CLA kepada awak media via WhatsApp mengatakan pihaknya harus melakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi tersebut.

‘’Siapa yang memberikan informasi dan dapat memberikan bukti bukti awal sebagai bahan tindak lanjut, bila ditemukan kebenaran akan ada ketentuan dan prosedur yang berlaku,’’ pungkasnya.

 

Laporan          : Idham/Novita

Editor/Posting : Imam Ghazali

Exit mobile version