BREBES – Sebuah aksi humanis terekam di tengah pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Serda Nanang, terlihat menggendong anak-anak sekolah dasar saat melewati akses jalan yang becek dan berlumpur menuju sekolah, Senin (16/02/2026).
Kondisi jalan di lokasi TMMD yang masih berupa tanah kerap menjadi hambatan bagi warga, terutama para pelajar, saat musim hujan tiba. Jalanan yang berlumpur hingga setinggi mata kaki membuat anak-anak harus melepas sepatu mereka agar tidak kotor dan basah sebelum sampai di kelas.
Melihat perjuangan para siswa tersebut, Serda Nanang tidak tinggal diam. Ia secara sukarela menggendong satu per satu siswa melewati titik-titik jalan yang paling parah kondisinya.
“Kasihan anak-anak kalau sepatunya kotor atau mereka terpeleset. Biasanya kalau hujan, jalan ini sangat becek bahkan sampai setinggi mata kaki. Jadi, mereka terpaksa melepas sepatu. Sebisa mungkin kami bantu agar mereka tetap semangat berangkat sekolah,” ujar Serda Nanang.
Kondisi sulit ini juga diakui oleh para siswa setempat. Reza, Cahya, dan Putra, siswa SD Negeri Cikuya 01, menuturkan bahwa hampir setiap hari mereka harus berjuang melewati lumpur.
“Setiap hari sepatu harus dilepas karena jalanan becek, apalagi kalau habis hujan. Jalannya susah dilewati,” ungkap mereka polos.
Kehadiran Satgas TMMD di Desa Cikuya membawa harapan baru bagi warga. Selain bantuan fisik melalui pembangunan infrastruktur jalan yang sedang dikerjakan, kehadiran TNI yang sigap membantu kesulitan masyarakat kecil seperti ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui program TMMD ke-127 ini, Kodim 0713/Brebes berkomitmen tidak hanya membangun fisik desa, tetapi juga memberikan perlindungan dan rasa nyaman bagi generasi penerus bangsa di wilayah pelosok.(Pradista)

