Kliksumatera.com, INDRALAYA– Tim dosen dan mahasiswa Universitas Sriwijaya melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Optimalisasi Potensi Pengrajin Kemplang Melati melalui Pendampingan Pengelolaan Keuangan dan Strategi Pemasaran Digital di Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.” Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memaksimal potensi Pengrajin Kemplang di Desa Pelabuhan dalam hal Pengelolaan Keuangan dan Pemasaran Digital.
Tim pengabdian ini terdiri dari Muhammad Akbar Budiman, S.Pd., M.Si. sebagai ketua pengusul, Dr. Riswan Jaenudin, M.Pd. dan Agung Putra Raneo, S.E., M.Si. sebagai anggota pelaksana, serta melibatkan dua mahasiswa yaitu Try Darma Agustiawan dan Nafilah Khoirunnisa.
Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun Anggaran 2025 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Kemitraan, Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, kegiatan ini melibatkan 25 orang pengrajin kemplang yang tergabung dalam Kelompok Pengrajin Kemplang Melati Desa Pelabuhan Dalam. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu Tahap Sosialisasi, Tahap Pelatihan dan Pendampingan, dan Tahap Monitoring dan Evaluasi.
Tahap sosialisasi dilaksanakan pada 24 Agustus 2025 diawali dengan pembukaan. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Pengabdian Muhammad Akbar Budiman, S.Pd., M.Si., serta sambutan perwakilan dari pimpinan LPPM Unsri oleh Dr. Riswan Jaenudin, M.Pd. Setelah itu, peserta mendapatkan materi pertama mengenai literasi keuangan yang disampaikan oleh Agung Putra Raneo, S.E., M.Si. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai akuntansi sederhana untuk UMKM yang dipaparkan oleh Dr. Riswan Jaenudin, M.Pd.. Sesi sosialisasi ditutup dengan penyampaian materi mengenai pemasaran digital yang disampaikan langsung oleh Ketua Pelaksana, Muhammad Akbar Budiman, S.Pd., M.Si. Sebagai bekal awal sebelum memasuki tahap pelatihan, para mitra juga diberikan modul mengenai akuntansi sederhana untuk UMKM. Modul ini berfungsi sebagai bahan belajar mandiri sekaligus referensi yang akan digunakan dalam praktik pada sesi pelatihan berikutnya.
Selanjutnya tahap pelatihan berlangsung pada 31 Agustus 2025 dengan fokus pada praktik pembuatan akuntansi sederhana untuk masing-masing usaha, dipandu oleh Dr. Riswan Jaenudin, M.Pd. dan Agung Putra Raneo, S.E., M.Si.. Setelah itu, sesi pelatihan dilanjutkan dengan pelatihan pemasaran digital berupa pembuatan akun Shopee, Facebook, dan TikTok, serta penyusunan konten promosi untuk media sosial yang dipandu oleh Muhammad Akbar Budiman, S.Pd., M.Si.
Pada 13-14 September 2025, tim pengabdian melakukan monitoring dan evaluasi untuk menilai hasil pendampingan. Evaluasi mencakup pembuatan akuntansi sederhana pada masing-masing usaha mitra serta kualitas konten promosi yang telah diunggah melalui akun Shopee, Facebook, dan TikTok. Kegiatan ini menjadi tolok ukur keberhasilan program sekaligus kesempatan untuk memberikan umpan balik dan perbaikan bagi mitra agar lebih siap mengelola keuangan dan memasarkan produk secara digital. Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan logo dan papan nama usaha untuk 25 pengrajin kemplang di Desa Pelabuhan Dalam. Logo tersebut merupakan hasil diskusi bersama seluruh mitra yang kemudian difinalisasi dengan bantuan mahasiswa tim pengabdian dalam proses desainnya.
Ketua tim pengabdian, Muhammad Akbar Budiman, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa program ini diharapkan berkelanjutan. “Dengan keterampilan akuntansi sederhana, para pengrajin dapat mengelola keuangan secara mandiri dan lebih profesional. Sementara itu, pemanfaatan media sosial dan marketplace akan membuka peluang perluasan pasar hingga level nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Melalui program ini, para pengrajin kemplang di Desa Pelabuhan Dalam tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga strategi untuk meningkatkan daya saing usaha. Ke depan, kemampuan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha, memperbesar skala produksi, sekaligus membuka akses pembiayaan dari lembaga keuangan maupun investor.
Sumber : Ril
Posting : Imam Gazali

