JOMBANG — Di teras rumahnya yang sederhana, Mbah Surip duduk berdampingan dengan anggota Satgas TMMD ke‑130 Kodim 0814/Jombang. Tanpa jarak, tanpa kaku, mereka berbincang santai tentang keseharian, kesehatan, hingga hal‑hal yang selama ini ia rasakan di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Selasa (3/11/2026).
“Sudah lama tidak ada yang duduk dan mendengarkan saya seperti ini. Beliau datang sendiri, menyapa, lalu duduk di samping saya, menanyakan kabar dengan tulus. Saya merasa diperhatikan, bukan sekadar dilewati,” ujar Mbah Surip dengan suara lembut.
Ia menceritakan, kunjungan sederhana ini jauh lebih berharga daripada sekadar ucapan. Kehadiran anggota TNI yang datang langsung ke rumahnya menunjukkan bahwa program TMMD tidak hanya memandang pembangunan fisik, tetapi juga melihat siapa yang tinggal di sana, apa yang dirasakan, dan apa yang diharapkan.
“Saya menceritakan apa yang saya alami, dan beliau mendengarkan dengan tenang. Rasanya ada orang yang memahami. Semoga kedekatan ini terus terjalin, agar kami tidak merasa sendirian di masa tua kami,” tambahnya.
Anggota Satgas menjelaskan, pertemuan seperti inilah yang menjadi inti dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Duduk sejajar, mendengar tanpa melebih‑lebihkan, dan hadir sepenuhnya itulah cara TNI memperkuat ikatan batin dengan masyarakat.
“Kehadiran kami bukan untuk sekadar terlihat, melainkan untuk hadir benar‑benar. Setiap warga berharga, setiap cerita layak didengar. Inilah pengabdian yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Bagi Mbah Surip dan warga lainnya, momen di teras ini menjadi bukti nyata: kebersamaan yang kokoh lahir bukan dari hal yang megah, melainkan dari kesediaan untuk duduk bersama, mendengarkan, dan peduli.(*)
Duduk Bersama di Teras Rumah, Lewat TMMD ke‑130 Kodim 0814/Jombang Cerita Warga Didengar Langsung

