Site icon

Eskavator Dinas Pertanian Sumsel yang Dipinjam Gapoktan Tenggelam

WhatsApp Image 2021-06-06 at 05.17.42

Kliksumatera.com, PALI- Alat berat eskavator dari Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan yang dipinjam pakai oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lebih kurang setahun yang lalu terbenam di dalam air Desa Pengabuan belum berhasil diangkat.

Menurut pantauan awak media ini di lapangan, alat berat tersebut terbenam dalam air sudah sangat lama dan bukan di lahan pertanian.

Sementara itu dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Sugi Harsono yang mengaku tenaga kerja sukarela (TKS) saat dibincangi awak media ini di lokasi Excavator tersebut Sabtu (05/06/2021) mengatakan kalau pihak nya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengangkat alat berat tersebut ke darat. “Pihak Dinas Pertanian Kabupaten PALI sudah tiga kali berusaha mengangkat alat ini, belum berhasil juga, bahkan yang kali ini sudah tiga hari berusaha untuk mengeluarkan alat ini namun belum berhasil juga,” jelasnya.

Dia juga mengatakan kalau selain di Desa Pengabuan ada juga satu alat berat dari Dinas Pertanian Provinsi yang terbenam dalam air, namun sudah berhasil diangkat. “Selain di sini, ada juga alat berat dari Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan yang mengalami hal yang sama, yaitu di Desa Prambatan Kecamatan Abab, namun sudah berhasil diangkat,” jelas Sugi Harsono.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Pengabuan Supriyanto saat dibincangi awak media ini mengatakan bahwa dia tidak mengetahui dengan jelas persoalan Gapoktan. “Saya tidak mengetahui dengan jelas apa-apa persoalan yang dihadapi Gapoktan Desa ini, karena meskipun saya ini kepala desa, pihak Gapoktan tidak pernah melapor apa-apa kegiatannya setiap tahun. Berapa jumlah kelompok yang tergabung juga saya tidak tahu, apalagi soal bantuan bibit, pupuk, racun rumput dan lainnya. Saya tidak pernah diberi tahu oleh mereka, berapa jumlah bantuan pemerintah kepada warga dan berapa jumlah warga saya yang menerima, berapa banyaknya, saya tidak tahu, karena Gapoktan Desa Pengabuan belum pernah menyerahkan berkas ataupun melaporkan kegiatannya kepada saya. Tapi kalau ada persoalan warga yang ribut-ribut baru mereka lapor ke saya,” jelas kades dengan nada kesal.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad jhoni, saat dimintai tanggapan nya via WhatsApp menjelaskan kalau pengangkatan alat sudah melalui koordinasi lintas sektor seperti dinas pertanian, camat, babinsa, polsek dan inspektorat. Semua menjadi tanggung jawab kelompok tani sesuai dengan surat perjanjian pinjam pakai. “Alat berat bantuan pusat Kementrian Republik Indonesia, Kegunaan optimalisasi lahan tahun 2019 Program SERASI (selamatkan rawa sejahterahkan petani).

Alat berat dikelola oleh kelompok tani untuk perbaikan saluran air dan sebagainya. Lahan rawa Kabupaten PALI terbilang cukup sulit.

”Info dari kelompok tani Tahun 2020 tenggelam saat perbaikan saluran air dekat areal persawahan. Pembahasan pengangkatan alat sudah melalui koordinasi lintas sektor seperti Dinas pertanian, camat, babinsa, polsek dan inspektorat. Semua menjadi tanggung jawab Gakoptan sesuai dengan surat perjanjian pinjam pakai, terima kasih,” jawab Ahmad Jhoni melalui pesan Watssap nya, Sabtu malam (05/06/2021).

Sumber : Rilis
Posting : Imam Ghazali

Exit mobile version