BOVEN DIGOEL – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1711/Boven Digoel mendapat kunjungan pengawasan dan evaluasi (Wasev) langsung dari Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad). Kunjungan ini dipimpin oleh Kolonel Kav Husnizon, S.I.P., yang tiba di lokasi TMMD pada Kamis (16 Oktober 2025).
Dalam peninjauan ini, Kolonel Kav Husnizon, S.I.P didampingi oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-126, Letkol Inf Andry Christian. Fokus utama Tim Wasev adalah memastikan seluruh kegiatan TMMD berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif maksimal bagi masyarakat.
Kegiatan Wasev dimulai dengan pemeriksaan di Posko TMMD. Kolonel Husnizon melaksanakan:
Pemeriksaan Absensi Personel Satgas TMMD: Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kehadiran penuh seluruh prajurit yang bertugas.
Pemeriksaan Dokumentasi Kegiatan Fisik dan Non-Fisik: Tim mengecek laporan dan foto-foto progres pembangunan fisik, seperti pengerasan jalan, serta kegiatan non-fisik, seperti penyuluhan kepada masyarakat.
Pengecekan Dokumentasi Sasaran Tambahan Program Unggulan Kasad: Tim secara spesifik meninjau laporan program tambahan yang merupakan prioritas Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), seperti pembangunan sarana air bersih atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Dalam arahannya, Kolonel Kav Husnizon menekankan bahwa fungsi pengawasan dan evaluasi adalah sebagai masukan untuk perbaikan dan peningkatan pelaksanaan TMMD di masa kini dan mendatang.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Ke-126, Letkol Inf Andry Christian, menyatakan bahwa TMMD adalah bentuk keterpaduan antara TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di pedesaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyambut baik kunjungan Wasev sebagai bentuk perhatian Mabesad terhadap pelaksanaan TMMD di wilayah perbatasan seperti Boven Digoel.
Kunjungan Tim Wasev ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat dalam mengawal dan memastikan kualitas pembangunan yang diwujudkan melalui TMMD, sejalan dengan tema “Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah”.

