Kliksumatera.com, PALEMBANG- Forum Silaturahmi Dai dan Qori Kota Palembang yang diketua Ustadz A. Rozi mengajak jemaah Masjid Nurul Falah Sei Selayur Kecamatan Kalidoni untuk bermuhasabah alias introspeksi diri menjelang akhir tahun ini. Sebab, semakin bertambah tahun maka semakin berkuranglah umur kita untuk beribadah kepada Allah SWT.
Hal itu terungkap pada Silaturahmi Rutin Forsidaqo ke mesjid dan mushola yang ada di Kota Palembang dan sekitarnya pada Selasa malam (22 November 2022).
Acara silaturahmi dengan pembawa acara Bendahara Masjid Nurul Falah Ir. Abdullah Ma’nur sendiri diawali dengan Sholat Magrib berjemaah yang diimami Ustad Saidul Amin, SAg dari Forsidaqo. Kemudian sambutan oleh Ir. Abdulah Ma’ Nur dari Mesjid Nurul Falah, dilanjutkan pembacaan Ayat Suci Alquran Ustadz Indra Gunawan, dan sambutan sekaligus tausyiah oleh Pembina Forsidaqo KH Hamidin Nawawi.
Dalam ceramahnya, KH Hamidin mengajak jemaah yang hadir termasuk para pengurus dan anggota Forsidaqo untuk bermuhasabah atau melakukan introspeksi diri bahwa semakin bertambah tahun maka semakin berkuranglah umur kita untuk beribadah kepada Allah SWT.
Terlebih lagi sekarang dunia tampak begitu tua. Bencana silih berganti dan terjadi di berbagai belahan dunia. Kita pun sekarang tidak lagi mengenal musim karena pada saat kemarau bisa saja terjadi banjir. Bahkan baru kemarin ada gempa di Cianjur yang memakan korban hingga 268 orang dan 151 di antaranya belum diketemukan. ”Sungguh ujian yang luar biasa bagi kita para hamba. Sebagai penduduk akhir zaman, tantangan kita menuju takwa benar-benar diuji. Tapi dari sisi tersebutlah kita bisa mengerti bahwa hidup ini hanyalah sementara dan dunia ini hanya sekadar tempat persinggahan menuju kehidupan abadi,” ujar KH Hamidin.
Dari Ibnu Umar –semoga Allah meridoinya- ia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang pundakku lalu berkata:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
“Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan orang asing atau seorang pengembara.”
Ibnu Umar melanjutkan perkataannya:
إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
‘Bila kamu berada di sore hari, maka janganlah kamu menunggu datangnya waktu pagi, dan bila kamu berada di pagi hari, maka janganlah menunggu waktu sore, pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu.’ Hadis Riwayat Bukhari Nomor 5937 dalam Shahih Bukhari.
Bersandar pada hadis di atas, sejatinya bisa memetik hikmah bahwa waktu dalam setiap detiknya itu begitu berharga.
Maka dari itulah, seiring bertambah dan bergantinya tahun, maka semestinya bertambah pula ketaatan kita sebagai seorang hamba. ”Pada sisa umur yang singkat ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan amal saleh dan menebarkan kebaikan di bumi Allah. Kita tidak pernah tahu kapan datangnya kematian, dan kita pula tidak tahu amalan mana yang bakal mengantarkan kita ke surga,” tandas KH Hamidin Nawawi.
Laporan/Posting : Imam Gazali

