Site icon

Forum Konsultasi Publik RKPD Lahat 2027, Wabup Soroti Kemiskinan dan Peningkatan SDM

IMG-20260311-WA0005

Kliksumatera.com Lahat — Pemerintah Kabupaten Lahat menggelar Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lahat Tahun 2027 bertempat di Gedung Pertemuan Pemkab Lahat pada Selasa 10 Maret 2026, guna menyerap masukan dari berbagai pemangku kepentingan terhadap arah pembangunan daerah ke depan.

Dalam forum tersebut disampaikan  Kepala Bapeda Feriansyah Eka Putra ST,MM pada arahannya mengatakan bahwa  fokus pembangunan Kabupaten Lahat ke depan diarahkan pada penguatan ekonomi inklusif, peningkatan sumber daya manusia (SDM) unggul, serta penguatan perlindungan sosial, termasuk penanganan stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pada tahap awal penyusunan RKPD 2027, pemerintah daerah telah menginventarisasi sekitar 135 kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan. Meski demikian, pemerintah masih membuka ruang bagi masyarakat, organisasi, maupun perangkat daerah untuk memberikan saran dan masukan, baik secara langsung maupun tertulis sebelum dokumen perencanaan tersebut ditetapkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, SH., MH. dalam arahannya menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Lahat pada awal tahun 2025 berada di kisaran 13,69 persen, yang masih tergolong tinggi.

“Walaupun Kabupaten Lahat berada di posisi kedua daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Sumatera Selatan, kita harus terus berupaya menurunkannya,” ujar Widia Ningsih.

Menurut Wabup , upaya penanggulangan kemiskinan membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Wabup juga menekankan pentingnya memastikan bantuan sosial tepat sasaran kepada keluarga miskin.
Selain itu, perubahan pola pikir (mindset)

Masyarakat juga dinilai penting agar tidak terjadi kemiskinan yang bersifat struktural.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa fokus RKPD Kabupaten Lahat Tahun 2027 akan diarahkan pada peningkatan kualitas SDM, dengan semangat atau jargon “Bladas Anak Lahat Harus Jadi Sarjana.”

Widia Ningsih juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Lahat mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp700 miliar, yang dipotong oleh pemerintah pusat untuk dialokasikan pada program Presiden Prabowo Subianto, yakni program MBG.

“Kita berharap pada tahun 2027 tidak ada lagi efisiensi anggaran, sehingga program pembangunan daerah dapat berjalan lebih maksimal,” katanya.
Di akhir arahannya, ia juga mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lahat untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya ingatkan kepada ASN untuk tidak terlalu sering menanyakan TPP, tetapi harus dibuktikan terlebih dahulu dengan kinerja,” tegasnya.
Melalui forum konsultasi publik ini, diharapkan penyusunan RKPD Kabupaten Lahat Tahun 2027 dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Laporan wartawan Novita

Exit mobile version