Site icon

Gagalnya Sistem Pendidikan Saat Ini

WhatsApp Image 2023-03-08 at 17.03.06

Oleh : Ummu Atiyah

Seorang siswi SMP di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan meninggal usai menjadi korban pemerkosaan beberapa rekannya.

Kasus tersebut terungkap saat korban yang tercatat sebagai warga Kecamatan Cenrana mengaku kesakitan di alat vital hingga kesulitan duduk.

Awalnya korban tak mau berbicara, namun setelah dibujuk oleh orang tuanya, J mengaku diperkosa secara beramai-ramai oleh empat rekan sekolahnya. Orang tua korban pun terkejut dan membawa anaknya ke kantor polisi untuk melapor pada Minggu, 12 Februari 2023.

“Awalnya dia (korban) tidak mau bicara, tapi setelah dibujuk baru mau bicara. Makanya kami langsung bawa ke kantor polisi untuk melapor,” kata orang tua korban yang meminta identitasnya tak dipublikasikan saat dihubungi lewat telepon, Selasa (21/2/2023).

Makin banyaknya tindak kekerasan yang dilakukan oleh pemuda, menggambarkan ada yang salah dalam sistem kehidupan saat ini.

Mulai dari gagalnya sistem pendidikan membentuk anak didik yang beriman bertakwa dan berakhlak mulia, lemahnya peran keluarga dalam meletakkan dasar perilaku terpuji hingga rusaknya masyarakat.

Semua itu adalah buah dari kehidupan yang berdasar sekulerisme, yang menjadikan akal manusia sebagai penentu segala sesuatu.

Padahal Allah memerintahkan hambanya mengunakan akal agar bisa menelaah hukum hukum yang diturunkan oleh Allah.

Sementara pendidikan kita hari ini menghilangkan peran agama sebagai tolak ukur standar perbuatan termasuk dalam pendidikan kita hari ini.

Islam Memiliki Pendidikan yang Unggul

Keunggulan sistem pendidikan Islam ini pun melahirkan generasi unggul yang berkepribadian Islam yang tinggi sekaligus menguasai berbagai bidang kehidupan.

Muhammad al-Fatih, sang penakluk Konstantinopel, tidak hanya mumpuni dalam pemahaman Islam, tetapi dengan kecakapan ilmunya ia mampu menggetarkan Konstantinopel sehingga akhirnya kaum muslim dapat menguasainya.

Islam menjadikan akidah Islam sebagai asas seluruh aspek kehidupan, sehingga menyadari dunia adalah tempat menanam kebaikan untuk dipanen di akherat kelak.
Hal ini akan menjaga setiap individu untuk selalu menjaga perilaku selalu sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya.

Islam juga mewajibkan masyarakan dan negara sebagai pilar yang menjaga umat selalu dalam kebaikan. Salah satu hal yang dikaitkan dengan perilaku buruk anak adalah kesalahan pola asuh dalam keluarga.

Hal ini dapat terjadi karena ketidak siapan dalam berperan sebagai orang tua. Peran ini adalah satu keniscayaan, sehingga seharusnya menjadi bagian dalam kurikulum pendidikan dalam semua jenjang pendidikan.

Namun saat ini hal tersebut justru tidak didapatkan dalam sistem pendidikan Indonesia. Kesadaran akan pentingnya ilmu menjadi orang tua malah menjadi salah satu peluang bisnis dalam sistem kapitalisme.

Islam memahami peran penting orang tua dalam mendidik generasi. Oleh karena itu Islam memiliki tuntunan bagaimana menjadi orang tua, tidak saja dalam menyiapkan anak untuk mengarungi kehidupan di dunia, namuan juga agar selamat di akherat.

Tuntunan tersebut akan diintegrasikan dalam sistem pendidikan mengingat setiap orang, laki-laki atau perempuan akan menjadi orang tua. Ini adalah bentuk tanggung jawab yang Islam bebankan kepada negara, karena Islam menyadari pentingnya generasi dalam membangun peradaban yang mulia .

Wallahu ‘alam bisshowab

Exit mobile version