Site icon

Gaza dan Ketakutan Barat Akan Tegaknya Khilafah

WhatsApp Image 2025-05-10 at 06.20.56

Oleh: Rima Liana

Koalisi Global menggelar Konferensi mendukung Al Quds dan Palestina. Konferensi yang mengambil tema “Kemenangan Gaza adalah Tanggung Jawab Umat” digelar di Istanbul, Turki, pada Sabtu 26 April 2025. Konferensi ini merupakan bagian dari konferensi tahunan “Pelopor” yang ke-14 yang diikuti oleh puluhan tokoh nasional, media, budaya, sosial, serikat pekerja, intelektual, dan pemuda, serta lembaga aktif dari sekitar 60 negara di seluruh dunia.

Itu semua bertujuan untuk menguatkan gagasan perlawanan, keteguhan, dan kegigihan rakyat Palestina, dan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan Umat Islam, tentang tujuan mulia, yaitu permasalahan Palestina adalah permasalahan Umat Islam.

Sekretaris ARI-BP Oke Setiadi menyampaikan, telah dipresentasikan kegiatan Aksi Bela Palestina bersama ARI-BP dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), beserta berbagai ormas dan tokoh berbagai agama di Indonesia, serta di beberapa negara Asia Tenggara, setelah terjadinya Thufanul Aqso. “Rangkaian aksi tersebut mendapat dukungan dari berbagai tokoh lintas agama di Indonesia, sehingga dukungan atas kemerdekaan Palestina sangat besar di Indonesia,” ujarnya, (sindonews.com 28/04/2025).

Aksi bela Palestina dan konferensi-konferensi yang telah dilakukan oleh berbagai negara di seluruh dunia tentu semakin masif. Hal ini dilihat dari banyaknya pihak, terutama para tokoh, ulama, bahkan seluruh kalangan umat islam yang juga ikut terlibat dalam menyerukan kemerdekaan bagi Gaza. Bahkan pada persoalan ini pun, tentu yang terus menjadi tuntutan yaitu adanya pengiriman tentara dengan jihad dan ditegakkannya institusi islam yaitu khilafah.

Dalam situasi yang semakin mencengkram ini, Barat kian menyadari krisis di Gaza kini menjadi peluang terbukanya arus kesadaran umat terhadap pentingnya urgensi dari penerapan sistem pemerintahan dalam khilafah. Barat sangat menyadari betapa bahanyanya jika umat muslim justru mengambil langkah kongkrit untuk solusi tuntas bagi penghentian genosida ini.

Dilihat dari pernyataan Bapak Zionis Benyamin Netanyahu terhadap isu khilafah bahwa ia mengatakan “Kami tidak akan mengizinkan berdirinya kekhalifahan islam, dan kami akan melanjutkan tekanan militer sampai hamas disingkirkan.” (Al-Quds, 23/04/2025) hal ini semakin membuktikan betapa ia menjadikan khilafah sebagai ancaman yang besar bagi kelangsungan hidup negaranya. Bahkan ia pun juga berusaha menarik dukungan negara-negara barat dengan menyatakan bahwa bukan hanya negaranya saja yang terancam, tetapi negara barat mereka pun akan terkena secara bergantian.

Dengan demikian apa yang disampaikan oleh Netanyahu merupakan peringatan yang jelas supaya setiap negara barat berhati-hati dan bersiap memobilisasi kekuatan mereka bersama untuk melanjutkan misi menghancurkan Gaza dan menghambat persatuan umat Islam demi menghadang tegaknya khilafah. Meskipun disamping itu mereka terus menjadikan sebagian penguasa muslim sebagai tameng untuk tetap melancarkan agenda busuk mereka.

Semua realitas ini seharusnya menyadarkan kita bahwa dakwah politik dalam menyerukan urgensi penerapan islam secara kaffah dalam naungan khilafah terbukti bisa menggentarkan pada musuh-musuh islam. Dan tentu saja umat sangat memerlukan institusi ini untuk menghentikan penjajah oleh Zionis Israel, untuk menghancurkan agenda-agenda politik barat yang selalu menargetkan umat Islam.

Di sinilah juga pentingnya kita untuk memahami bahwa tidak ada negara Islam yang mampu melawan Zionis Israel, bahkan negara yang memiliki kekuatan mililiter sekalipun. Naasnya mreka bukan berdiri bersama Gaza, justru mereka menghianati Gaza. Hanya dengan khilafah segala persoalan bisa diselesaikan, karena umat tidak akan lagi tersekat dalam sekat nasionalisme, umat akan bersatu, dalam satu kekuatan, satu pemikiran dan satu perasaan di bawah panji Rasulullah SAW.

Saatnya kita berusaha untuk terus berdakwah di tengah umat, menyebarkan opini tentang jihad dan khilafah secara masif supaya terbentuk kesadaran umum di tengah masyarakat. Karena Khilafah adalah janji Allah. Biarpun musuh islam selalu berusaha mengkontaminasi pemikiran dengan berita-berita dan kekuatan fisik, tentu kita tetap tidak boleh goyah dan lengah, sebab fajar kemenangan akan menjadi berita gembira yang pasti akan kita atas izin Allah. Wallahua’lam bisshowab.

Exit mobile version