Site icon

Gaza Semakin Menderita, Penyadaran Umat Harus Segera

WhatsApp Image 2025-07-20 at 18.43.58

Oleh : Suciyati

Gaza masih terus menjadi sasaran genosida dengan cara yang makin mengerikan.  Bahkan Gaza juga disinyalir menjadi tempat uji coba senjata. Kita mendapati Zionis Yahudi mencari segala macam cara untuk memudahkan genosida muslim Gaza.  Di antaranya adalah menahan masuknya bantuan makanan agar penduduk Gaza kelaparan hingga meninggal, menetapkan titik pengambilan bantuan dan kemudian menjadikan masyarakat yang sudah berkumpul di sebagai sasaran serangan, dan sebagainya.

Sedikitnya 15 orang, termasuk 10 anak-anak, dilaporkan tewas dalam serangan Israel yang menghantam kerumunan warga di luar posko layanan kesehatan di Gaza tengah pada Kamis (10/7/2025) kemarin. Serangan tersebut mengenai sejumlah keluarga yang sedang mengantre untuk mendapatkan bantuan gizi dan layanan kesehatan di pos medis di Deir al-Balah.

Buntut peristiwa itu, Organisasi Kemanusiaan Project Hope menyatakan kegiatan di klinik untuk sementara dihentikan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Project Hope diketahui juga merupakan organisasi yang mengelola klinik tersebut. “Pagi ini, keluarga-keluarga tak berdosa diserang tapa ampun saat mereka mengantre menunggu pintu dibuka. Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional,” ujar Rabih Torbay, kepala eksekutif LSM tersebut dilansir melalui The Guardians, pada Jumat (11/7/2025).

Seorang saksi mata, Mohammed Abu Ouda (35), mengatakan dirinya melihat langsung seorang ibu tengah memeluk anaknya menjadi korban dalam serangan tersebut. “Apa salah kami? Apa salah anak-anak?” tanya dia.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan dan tembakan Israel menewaskan sedikitnya 67 orang lainnya di Jalur Gaza selama 24 Militer Israel mengklaim bahwa mereka menyerang seorang pejuang Palestina yang ikut serta dalam serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu. Mereka menyebut mengetahui adanya laporan mengenai sejumlah warga sipil yang terluka dan insiden tersebut sedang ditinjau.

Serangan ini terjadi di tengah negosiasi yang masih berlangsung mengenai gencatan senjata selama 60 hari. Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimismenya bahwa kesepakatan mungkin tercapai minggu ini atau minggu depan.

Israel menuntut agar dizinkan untuk melanjutkan aktivitas militer di Gaza setelah gencatan senjata, sementara Hamas menginginkan jaminan bahwa Israel tidak akan memulai kembali pertempuran.

Genosida di Gaza/Palestina sungguh sudah di luar batas kemanusiaan. Pemimpin  negeri muslim alih-alih membantu mengusir Zionis, mereka justru bergandengan tangan dengan mesra negara Yahudi ini. Mereka adalah pengkhianat sejati.

Dalam forum KTT Developing Eight (D-8), Presiden Prabowo menyerukan pentingnya persatuan negeri-negeri muslim untuk memberikan dukungan bagi Palestina. Ia juga melontarkan kritik terkait sikap beberapa negara-negara muslim di Timur Tengah yang masih bergelut dengan konflik internal dengan berbagai kepentingannya, khususnya dalam masalah Suriah. Sejumlah pihak menengarai, pernyataan ini menyebabkan aksi walk out pemimpin negeri Islam―seperti Turki―dari forum tersebut.

Pengamat Timur Tengah Smith Alhadar menilai bahwa pidato Presiden Prabowo Subianto yang meminta persatuan di antara negara-negara Islam memang mengesankan. Namun, menurutnya, Prabowo tampaknya lebih banyak memberikan nasihat dan kurang memperhatikan hal-hal yang telah dilakukan oleh negara-negara tersebut yang menurutnya cukup tegas mengkritik Israel.

Ia juga menambahkan, bahwa dari segi substansi Prabowo tidak salah, tetapi cara penyampaiannya tidak diplomatis dan tidak sesuai konteks. KTT D-8 bukanlah tempat untuk saling menyalahkan. Prabowo juga mengkritik strategi devide et impera yang mengurangi solidaritas di antara negara-negara muslim.

Indonesia sendiri menegaskan dukungan penuh terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan. Dengan berpegang pada prinsip antipenjajahan, antipenindasan, dan solidaritas global, Indonesia terus memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina di tengah situasi yang makin memburuk akibat konflik.

Di satu sisi, tidak bersatunya visi para pemimpin negeri-negeri muslim terkait pembebasan Palestina dari entitas zionis Yahudi adalah satu masalah. Di sisi lain, sikap Indonesia dalam politik luar negeri yang bebas-aktif dan nonblok, seraya tetap menjalin persahabatan dengan semua negara pun butuh peninjauan ulang.

Tidak dimungkiri, Palestina merupakan isu global yang kerap dijadikan pemimpin Islam dunia untuk menarik simpati kaum muslim. Para pemimpin Islam berupaya mengesankan gaya kepemimpinan populis melalui retorika, ucapan simpati, dan semacamnya terhadap krisis yang menimpa rakyat Palestina.

Tidak sedikit umat terpukau dan menaruh harapan pada para pemimpin itu. Sayang, hingga saat ini belum tampak sikap tegas mereka untuk melakukan aksi nyata mengusir entitas Yahudi dari bumi Palestina.

Bagaimana sikap yang seharusnya diambil pemimpin-pemimpin Islam hari ini dalam menyikapi konflik di Palestina?

Ada banyak pengamat mengkritik tindakan Zionis tersebut.  Namun mereka juga tidak memberikan solusi. Umat Islam harus terus membangun narasi akan  solusi hakiki untuk Palestina hanyalah jihad dan khilafah. Semua Muslim yang sudah memahami akar masalahnya, berkewajiban menyadarkan Muslim yang lain.  Gerakan ini akan membangun kesadaran dan kekuatan umat atas dasar kesadaran

Terbentuknya kesadaran umum pada mayoritas umat akan mendorong umat  fokus terus berjuang di jalan dakwah sesuai dengan thariqah Rasulullah.  Karena hanya thariqah dakwah Rasulullah lah yang akan mengantarkan kepada kemenangan.  Karena itu umat terus diingatkan untuk  menjauhi thariqah yang tidak menghantarkan kepada kemenangan, baik melalui people power maupun melalui jalur demokrasi/parlemen.

Para pengemban dakwah harus istiqamah dan terus waspada akan adanya bahaya yang mengancam dakwah mereka, baik bahaya kelas, maupun bahaya ideologi.  Kedua bahaya ini harus diwaspadai karena akan memalingkan umat dari thariqah dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.

Mereka harus yakin bahwa thariqah inilah yang akan menghantarkan kepada kemenangan umat Islam  termasuk mengusir penjajah Yahudi dari bumi Palestina. ***

Exit mobile version