Site icon

Gegara Sampah, Warga Sukawinatan pun Resah

WhatsApp Image 2021-12-26 at 03.55.46

Kliksumatera.com, PALEMBANG – Tingginya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan Palembang membuat tumpukan sampah yang menggunung kemudian longsor hingga menutupi aliran sungai Sedapat, bahkan akibat ribuan meter kubik sampah yang longsor juga masuk ke tanah warga. Akibatnya warga pun resah.

Seperti yang dialami Arifin tanah miliknya mencapai 1.163 meter persegi di RT 41, Kelurahan Sukajaya yang berbatasan dengan TPA Sukawinatan tertimbun ribuan meter kubik sampah yang longsor. “Saya beli tanah di sini antara tahun 2014/2015. Dulu sampah belum sampai masuk ke tanah saya. Ada pembatasnya yakni sungai. Tapi sekarang tumpukan sampah itu longsor sampai menutupi sungai dan masuk ke tanah saya. Tumpukan sampah itu mulai longsor sekitar dua tahun lalu setiap hujan turun pasti longsor,” katanya kepada wartawan saat ditemui di lahannya di Jalan Sungai Sedapat II, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang Jumat (24/12/2021).

Dikatakan Arifin, saat longsoran sampah terus terjadi, pihak TPA Sukawinatan, melalui pekerja operator alat berat bukannya menghentikan aktivitasnya justru terus mendorong tumpukan sampah ke arah tanah miliknya sehingga sampah masuk ke tanahnya. Di sebelah utara TPA itu masih ada lahan yang kosong mengapa tumpukan sampah itu tidak didorong ke sana saja.

“Mereka pihak TPA sekarang membuat parit. Parit yang dibuat mereka itu ditanah saya. Saya tidak masalah kalau masuk ke tanah saya semeter atau dua meter ini sudah mencapai ribuan meter. Pemerintah Kota Palembang harus segera menyelesaikan persoalan ini jangan sampai berlarut-larut,” ucapnya.

Di tempat yang sama Amin (61) petani sayur yang berada bersebelahan dengan TPA Sukawinatan mengaku dirinya tidak bisa menanam kangkung dan jagung lantaran tanah yang ia tanami sudah ditimbun sampah dari TPA. “Biasanya sebulan sekali saya panen sayur kangkung dapat lah sekitar dua juta hasil jual kangkung sekarang sudah tidak bisa lagi bercocok tanam,” akunya.

Amin mengatakan, ia sudah bercocok tanaman sayuran seperti kangkung dan jagung sejak tahun 2007 yang lalu. Dulu sampah belum sampai ka arah lahan yang ia tanami karena ada aliran sungai yang masih bersih dan banyak ikan. “Sejak tumpukan sampah mulai longsor dan masuk ke lahan yang saya tanami sungai jadi tercemar. Bau busuknya sangat menyengat sampai masuk ke rumah. Sampai saya tidak bisa bertanam lagi,” bebernya.

Menanggapi persoalan ini, Lurah Sukajaya Mascik Kamis (23/12/2021) bertempat di kantor Lurah Sukajaya sudah mengadakan pertemuan dengan masyarakat di sekitar TPA Sukawinatan yang terdampak banjir akibat longsor sampah dari TPA untuk mencari solusi penyelesaian banjir.

“Ada sekitar 13 RT di sekitar lokasi TPA Sukawinatan yang terdampak banjir dari genangan air akibat longsoran sampah. Beberapa waktu lalu sudah dibedah oleh Dinas PU Kota Palembang tapi belum maksimal,” katanya.

Selain itu, Mascik juga meminta kepada seluruh pengusaha yang ada di Kelurahan Sukajaya untuk berpartipasi membantu persoalan banjir di sekitar TPA Sukajaya.

Mengetuk hati para pengusaha yang ada di Kelurahan Sukajaya untuk membantu mengatasi persoalan banjir di lokasi Sukajaya

Sementara itu, Kepala DLHK Palembang, Alex Ferdinandus sudah menginstruksikan kepada pengelola TPA Sukawinatan untuk menghentikan mendorong tumpukan sampah ke arah lahan warga.

Instruksi itu dilakukan setelah ada laporan dari warga yang merasa dirugikan. Sedangkan untuk teknis apakah akan ada ganti rugi kepada lahan warga yang terdampak akan dibahas lebih lanjut. “Juni 2019 saat saya menjabat Kepala DLHK kondisinya sudah seperti itu (tumpukan sampah masuk ke lahan warga; red), intinya sudah saya larang petugas mendorong sampah ke arah rumah warga,” katanya.

Bahkan ia menegaskan, petugas diinstruksikan agar tumpukan sampah didorong ke lahan TPA yang masih kosong mulai hari ini. “Pak Wali, ibu wawako akan meninjau lahan itu, untuk sampah yang masuk lahan warga penyelesaian seperti apa ya nanti dibicarakan lebih lanjut,” ungkapnya.

Ia juga berharap provinsi maupun balai bisa membantu permasalahan normalisasi anak Sungai Sedapat, untuk alat berat sendiri provinsi sudah membantu. “Memang sedang dibuat aliran anak sungai untuk memperlancar aliran, saya berharap sampah jangan memperparah kondisi lahan warga lagi,” katanya

Menanggapi ini anggota DPRD Palembang dari Fraksi PKS Ridwan Saiman SH MH mengatakan, memang kawasan tersebut saat ini sedang rawan banjir dan sudah ditinjau oleh Pemerintah Kota Palembang. “Saya dengar akan dinormalisasi dan akan dipasang turap untuk mengantisipasi banjir yang menggenangi air Sungai Sedapat yang ada di kawasan tersebut,“ katanya.

Namun kalau permasalahnya karena menggunungnya sampah di suatu titik sedangkan titik lain masih kosong harus jadi perhatian pemerintah. Sebab percuma dinormalisasinya sungainya dan pasang turap karena pasti akan longsor dan menutupi sungai lagi, harusnya pengangkutan sampah itu pindah ke titik lain yang tidak menggunung. “Tapi yang jelas kita akan tanyakan hal ini kepada Pemerintah Kota Palembang apa dasar dan permasalahannya sehingga ada titik sampah yang menggunung sedangkan titik sampah lain tidak,“ katanya.

Soal dalam penampungan sampah TPA memakai lahan warga, pemerintah Kota Palembang harus di clearkan dulu. Bahkan jika benar benar terpakai lahannya harus diganti rugi sesuai dengan NJOP di wilayah tersebut. ”Kasihan warga sekitar selain harus mencium aroma busuk sampah, lahan mereka juga harus dipakai tanpa ganti rugi. Tapi yang jelas Fraksi PKS akan siap memberikan bantuan advokasi atau hukum jika ada lahan warga yang terpakai oleh TPA,“ tegasnya.

Sumber : Radar Palembang/Kliksumatera.com
Posting : Imam Ghazali

Exit mobile version