Oleh: Desi
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisiaris Jenderal Polisi Heru Winarko menyebut, penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja makin meningkat. Di mana ada peningkatan sebesar 24 hingga 28 persen remaja yang menggunakan narkotika.
“Hasil dari penelitian kita bahwa penyalah gunaan itu beberapa tahun lalu, milenial atau generasi muda hanya sebesar 20 persen dan sekarang meningkat 24 -28 persen itu adalah kebanyakan pengguna anak-anak dan remaja,” kata Heru di The Opus Grand Ballroom At The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (26/6).
Heru menerangkan, kalangan remaja yang terpapar narkotika lebih rentan sebagai pengguna jangka panjang. Sebab, mereka memiliki waktu yang cukup panjang dalam mengonsumsi narkoba.
Narkoba adalah sesuatu yang dilarang di dalam Islam karena di dalamnya mengandung alkohol sehingga bisa mengakibatkan kerusakan kepada generasi muda. Salah satu di antaranya hilangnya akal sehat di dalam diri mereka yang pada akhirnya menyeret mereka dalam masalah namun semua ini terus berlangsung tanpa adanya pengurangan sedikitpun bahkan narkoba ini sudah merapat kepada para pelajar yang katanya memiliki pendidikan yang baik tapi nyatanya semua itu hanyalah mimpi belaka.
Kenapa semua ini terjadi? Apa penyebabnya? Karena hilangnya peran negara yang sebenarnya sehingga menyingkirkan Islam dalam lingkup kehidupan, sehingga kapitalis sekuler yang memimpinnya,yang pada akhirnya kebebasan yang menjunjung tinggi bahkan dibangga-banggakan dengan alasan demi gaya hidup yang hedonis. Sehingga tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Bagaimana tidak faktanya anak-anak muda sekarang mengalami krisis moral dan Ahklak bahkan sikap kekerasan kerap terjadi terhadap keluarganya sendiri, orang tua dianggap musuh ketika mengajak dalam kebenaran yang sebenarnya. Pada akhirnya para pemuda hilang jati diri yang sebenarnya tidak ada visi dan misi yang sebenarnya.
Sehingga menjadikan tujuan hidupnya adalah kebahagiaan yang salah tempat. Maka tak heran jika pemuda sekarang yang yang terjerat utang pinjol yang katanya itu solusi, mala mereka terjerat dalam masalah yang semakin rumit ibarat benang yang kusut, dengan adanya masalah ini maka yang ada dalam otak mereka adalah maksiat dan maksiat yang semakin jauh dari Islam bisa jadi bunuh diri dari akibat tersebut.
Problem hidup yang kunjung usai yang membuat rakyat semakin terpuruk bahkan tidak menutup kemungkinan untuk berputus asa dalam mengatasi hal ini.
Lalu kepada siapa rakyat mengadu? Dengan siapa rakyat minta perlindungan. Seharusnya di sini negara yang berperan untuk mengatasi masalah ini, karena negara mempunyai tugas untuk mengurus rakyatnya dalam setiap problem tapi justru negara lah yang memfasilitasi perbuatan yang rusak ini.
Bagaimana Islam Memandang Semua Ini?
Tentu saja Islam sangatlah berbeda dengan sistem kapitalis karena Islam mempunyai aturan yang sempurna dan shahih yang datangnya dari Allah SWT.
Sebagaimana peran negara dalam Islam adalah mengurus rakyatnya karena tanggung jawab negara tidak hanya sebatas dunia namun juga sampai kepada akhirat. Tentu saja semua aturan yang negara terapkan berlandaskan Islam.
Di antaranya aturan dalam hal mengonsumsi makanan serta makanan harus ditentukan apakah itu halal atau haram termasuk narkoba seperti yang dijelaskan di dalam hadist:
قَالَ كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
Artinya: “Setiap yang memabukkan adalah khamr dan tiap khamr adalah haram.” (HR An-Nasa’i).
Karena itu, hanya Islam solusinya.
Waallahualambissawab.

