Site icon

Gerakan Keluarga Berdoa, Bisakah Atasi Bencana?

WhatsApp Image 2021-07-05 at 18.11.49

Oleh : Ummu Misyah

Firman Allah :“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).

Setahun lebih dunia hidup dalam cengkraman wabah Covid-19 , dimana kehidupan bermasyarakat semakin memburuk, baik dalam segi kesehatan, ekonomi, pendidikan dan juga keluarga. Yang seharusnya semakin berkurang malah wabah ini semakin menjadi-jadi, rasanya seperti mimpi karena mungkin tidak pernah terlintas di dalam benak kita jika wabah ini akan hadir di tengah-tengah kehidupan manusia.

Halim Iskandar mengingatkan warga desa, Pandemi COVID-19 dapat dilalui jika masyarakat dapat mematuhi kebijakan yang diterapkan. “Hari ini, memasuki hari kedua PPKM Darurat, saya imbau warga desa tetap di rumah, mohon ditahan dulu segala bentuk aktivitas di luar rumah kecuali ada keperluan yang sangat mendesak,” kata Halim Iskandar seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (4/7/2021).

Ia pun mengajak warga desa untuk selalu berdoa agar pandemi COVID-19 berlalu dan ekonomi Indonesia bisa bangkit kembali. “Semoga pandemi ini segera berlalu, ekonomi pulih, indonesia nangkit. Desa Bisa!!!,” lanjutnya.

Sebelumnya, Halim Iskandar mengimbau seluruh kepala desa, pendamping desa, dan seluruh warga desa untuk melakukan doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Harapannya agar pandemi dan lonjakan kasus COVID-19 segera berakhir. “Doa bersama dilakukan bersama keluarga di rumah masing-masing,” kata Halim Iskandar.

Doa bersama keluarga ini diharapkan digelar secara rutin di desa-desa, yang dimulai serentak pada Minggu (4/7/2021) pukul 18.00 Waktu setempat di kediaman masing-masing.

Doa memang adalah permohonan seorang hamba kepada Tuhannya yang bertanda bahwasannya manusia itu lemah dan mereka butuh pertolongan atas apa yang manusia resahkan dan dalam hal ini, sungguh terdapat banyak ayat dan hadis yang menganjurkan dan mendorong untuk berdoa, di antaranya adalah Firman Allah SWT:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (TQS Al-Baqarah [2] : 186).

Dan Sabda Rasulullah SAW: “Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang di dalamnya tidak ada (sesuatu yang mengandung unsur) dosa, dan memutuskan silaturahmi, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga perkara, yaitu: bisa jadi Allah akan mempercepat terkabulnya doa itu saat di dunia; atau Allah akan menyimpan terkabulnya doa di akhirat kelak; atau bisa jadi Allah akan memalingkan keburukan darinya sesuai dengan kadar doanya.” (HR Ahmad).

Apakah dengan berdoa bencana akan selesai?

Sesungguhanya, di dalam doa itu tampak ketundukan dan kebutuhan seorang hamba kepada Allah SWT. Mungkin banyak bertanya-tanya: “Mengapa Allah belum menghilangkan bencana ini atau wabah ini dari kehidupan kami padahal kami selalu berdoa tanpa ada rasa bosan”!!

Yang perlu kita ketahui doa merupakan bentuk rasa bahwasannya manusia itu lemah selemah mungkin. Dan doa tidak membuat sesuatu tanpa melalui sebabnya, karena Rasulullah SAW merupakan manusia yang langsung dikabulkan Allah SWT doanya apa saja yang dimintanya tanpa ada batasan dan Allah SWT benar-benar menolongnya tanpa perlu usaha dan kerja keras.

Dari hal ini kita bisa mengambil pelajaran bahwasannya musibah atau bencana yang menimpa manusia, tidak lain bentuk teguran bagi manusia itu sendiri apakah itu karena kemaksiatan yang dilakukan suatu negeri atau karena tidak dipakainya hukum Allah sebagai pengatur kehidupan dalam bermasyarakat.

Oleh karena itu, jika kita benar-benar ingin membebaskan dari wabah, benar-benar ingin menghilangkan bencana dan benar-benar ingin mengubah keadaan buruk yang menyelimuti kita, maka kita harus bekerja keras dan serius dengan mencontoh Rasulullah SAW hidup di dalam aturan Islam.

Mulai dari tidur sampai membangunkan negara bahkan sampai mencapai surga. Dalam Islam sudah ada solusinya dalam mengatasi problematika kehidupan.

Yaitu kembalinya kita kepada sistem kehidupan Islam kaffah dan berjuang bersama Inshaa Allah hidup akan lebih barakah.

Wallahu’alam….

Exit mobile version