Site icon

Guru dan Komite Ajukan Petisi terhadap Kepala SMA Negeri 1 Merapi Barat

IMG-20250924-WA0057

Kliksumatera.com Lahat — Sejumlah guru bersama komite sekolah mengajukan petisi terkait kepemimpinan Kepala SMA Negeri 1 Merapi Barat, Made Suarana. Petisi itu muncul karena adanya dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

 

Guru dan komite menilai, penggunaan dana yang seharusnya untuk mendukung proses belajar mengajar tidak dijelaskan secara terbuka kepada pihak terkait. Hal ini menimbulkan keresahan serta mendorong lahirnya desakan agar manajemen sekolah dijalankan lebih akuntabel dan sesuai aturan.

 

Mereka berharap adanya klarifikasi resmi dan langkah tegas dari pihak berwenang demi menjaga kepercayaan warga sekolah serta kelancaran kegiatan pendidikan di SMA Negeri 1 Merapi Barat.

Suasana di SMA Negeri 1 Merapi Barat, Kecamatan Merapi Barat,Lahat, memanas setelah Komite Sekolah, guru, dan pegawai secara serempak membuat petisi yang menolak kepemimpinan Kepala Sekolah, Made Suarsana.

Petisi yang ditandatangani pada 20 Agustus 2025 ini secara resmi telah diajukan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

 

Ketua Komite Sekolah, Zain Ahyar, membenarkan adanya petisi tersebut. Ia bahkan menjadi orang pertama yang membubuhkan tanda tangannya. Menurut Ahyar, penolakan ini dipicu oleh masalah komunikasi dan pengelolaan keuangan yang dinilai kurang transparan, khususnya terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana komite sekolah.

 

Pengelolaan Dana yang Dipertanyakan

Ahyar menjelaskan, ada kejanggalan dalam pengelolaan dana sekolah. “Dana BOS itu ketika turun langsung disimpan di brankas, padahal sudah saya sampaikan lebih baik disimpan di bank. Begitu juga dengan dana komite,” ujarnya.

 

Penyimpanan dana di brankas ini menimbulkan kecurigaan. Saat sekolah memerlukan dana untuk kegiatan, sering kali tidak ada uang yang tersedia. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan guru dan pegawai.

 

“Ketika ada kegiatan di sekolah tidak ada dananya, jadi ke mana dana yang disimpan?” tanya Ahyar.

 

Kondisi ini, kata Ahyar, menjadi penyebab utama ketidakpuasan para guru dan pegawai. Ia mengaku telah beberapa kali menegur Made Suarsana secara langsung, namun tidak ada perubahan.

 

Langkah Lanjutan dan Harapan Perbaikan

Sebagai langkah lanjutan, para guru telah membawa petisi ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan bahkan telah menghadap Wakil Gubernur Sumsel untuk meminta tindak lanjut segera.

 

Hal senada disampaikan oleh Anshorie, salah satu guru di SMA Negeri 1 Merapi Barat. Ia membenarkan adanya petisi tersebut dan menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk perbaikan dan keberlanjutan fungsi sekolah.

 

Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Merapi Barat ketika dihubungi Awak Media dengan singkat menjawab ” belum bisa memberikan penjelasan”.

 

Laporan Novita

 

Exit mobile version