Site icon

Guyub di Jembatan Garuda: Saat Gotong Royong Menyatukan Harapan Dua Desa

WhatsApp Image 2026-05-06 at 06.04.05

PURBALINGGA — Di bawah terik matahari yang tak selalu bersahabat, semangat tak pernah surut di lokasi pembangunan Jembatan Garuda, Desa Krangean, Dusun Batur, Kecamatan Kertanegara. Pagi itu, suara cangkul, derap langkah, dan canda ringan warga berpadu dengan komando tegas para Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga. Semua larut dalam satu irama gotong royong demi terhubungnya dua desa, yakni Krangean dan Ponjen.

Jembatan Garuda kini tak lagi sekadar rencana. Wujudnya mulai tampak nyata. Material armco telah terpasang kokoh, menjadi penanda bahwa pembangunan telah melangkah ke fase berikutnya.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pengurugan sebagai dasar untuk pengecoran plat beton, sebuah pondasi penting yang akan menentukan kekuatan teras jembatan ke depan.

Rahmin, salah satu anggota Satgas TMMD, menyebut progres pembangunan hingga hari ini, Rabu, 6 Mei 2026 telah mencapai sekitar 30 persen. Ia menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara Satgas dan masyarakat.

“Setiap hari personel rutin dari TNI ada lima orang, dibantu warga sekitar lebih dari 20 orang. Kita gotong royong, guyub, supaya target cepat tercapai dan jembatan bisa segera dilalui,” ujarnya di sela aktivitas.

Kehadiran warga yang datang dengan sukarela menjadi energi tersendiri. Tak hanya membantu pekerjaan fisik, tetapi juga menguatkan rasa kebersamaan. Di lokasi ini, sekat antara aparat dan masyarakat seolah hilang, yang ada hanya tujuan bersama.

Harapan pun mulai dirajut. Jika tak ada kendala berarti, khususnya faktor cuaca, pembangunan ditargetkan rampung pada 20 Mei mendatang. Sehari setelahnya, jembatan diharapkan sudah bisa dilalui warga, membuka akses yang selama ini dinanti.

Lebih dari sekadar infrastruktur, Jembatan Garuda adalah simbol. Ia menjadi penghubung bukan hanya dua wilayah, tetapi juga harapan akan kemudahan mobilitas, peningkatan ekonomi, dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

Di setiap ayunan alat kerja dan tetes keringat yang jatuh, tersimpan keyakinan: bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar untuk membangun masa depan.(anr)

Exit mobile version