Site icon

H-1 Penutupan TMMD ke-129, Liang Bunyu Bersiap Melepas Prajurit dengan Sejuta Kenangan

WhatsApp Image 2026-08-12 at 12.18.22

NUNUKAN – Sehari menjelang penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0911/Nunukan, suasana di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, terasa berbeda. Aktivitas Satgas TMMD bersama masyarakat masih terlihat di sejumlah lokasi sasaran, namun di balik kesibukan tersebut tersimpan suasana haru karena kebersamaan antara prajurit dan warga yang terjalin selama program berlangsung kini memasuki penghujung kegiatan.

Sejak TMMD dimulai pada 15 Juli 2026, prajurit TNI dan masyarakat Liang Bunyu tidak hanya bertemu di lokasi pekerjaan, tetapi juga menjalani berbagai aktivitas bersama. Gotong royong membangun jalan, membantu pembangunan rumah warga, memperbaiki fasilitas umum hingga kegiatan sosial membuat jarak antara prajurit dan masyarakat semakin dekat. Antusiasme warga dalam membantu pekerjaan menjadi salah satu kekuatan utama selama pelaksanaan program.

Kini, H-1 penutupan menjadi momentum bagi Satgas untuk memastikan berbagai persiapan berjalan dengan baik. Selain melakukan pengecekan terhadap sasaran fisik, personel juga menyiapkan berbagai kebutuhan menjelang rangkaian acara penutupan. Namun, bagi warga Liang Bunyu, perhatian tidak hanya tertuju pada seremoni. Ada rasa kehilangan karena setelah kegiatan berakhir, suasana desa yang selama beberapa pekan dipenuhi aktivitas prajurit akan kembali seperti semula.

Pembangunan yang dilakukan pun mulai memperlihatkan perubahan nyata. Akses jalan yang sebelumnya menjadi salah satu kendala masyarakat kini semakin terbuka, sehingga diharapkan mampu memperlancar mobilitas, distribusi hasil pertanian dan perkebunan serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Kondisi ini menjadi penting bagi Liang Bunyu yang masyarakatnya juga memiliki aktivitas ekonomi berbasis pesisir, termasuk budidaya rumput laut.

TMMD ke-129 akhirnya tidak hanya meninggalkan bangunan, jalan dan berbagai fasilitas fisik. Program tersebut juga meninggalkan cerita tentang persaudaraan. Prajurit datang membawa misi pengabdian, sementara masyarakat membuka pintu rumah dan kehidupan mereka. Ketika penutupan semakin dekat, keduanya menyadari bahwa yang selesai hanyalah programnya, sedangkan hubungan kekeluargaan yang telah terbentuk di Desa Liang Bunyu diharapkan tetap terjaga.(*)

Exit mobile version