Site icon

Haji Bukan Sekedar Ritual Tahunan, Tapi Momentum untuk Menyatukan Umat

WhatsApp Image 2025-06-08 at 13.37.51

Oleh: Qomariah (Muslimah Peduli Generasi)

Ibadah haji simbol ketaatan total kepada Allah SWT, dan menyatukan kaum muslim dari berbagai penjuru dunia tanpa memandang ras, bahasa atau status sosial. Namun sayang umat Islam hari ini terpecah-belah oleh batas-batas  nasionalisme (nation-state). Akibatnya, persatuan Hakiki umat Islam sedunia seolah jauh panggang dari api.

Bahkan pemerintahan Saudi selama ini mengklaim sebagai pelayan dua kota suci (Makkah dan Madinah). Pemerintahan Saudi juga setiap tahunnya menjadi pelayan bagi jutaan jamaah haji dari seluruh penjuru dunia. Namun ironinya, di luar itu, Saudi juga menjadi “pelayan” Amerika Serikat (AS).

Padahal sudah jelas AS adalah negara penjajah atas dunia Islam. AS juga menjadi penyokong utama entitas zion*s Yahudi sang penjajah dan penindas kaum muslim Palestina, bahkan di tengah dukungan AS secara terang-terangan terhadap genosida (pembantaian massal) kaum muslim Palestina oleh entitas zion*s Yahudi selama hampir dua tahun belakangan ini.

Seperti pemerintahan Saudi selama ini mengklaim sebagai pelayan dua kota suci (Mekkah dan Madinah), walaupun pemerintahan Saudi setiap tahunnya menjadi pelayan bagi jutaan jamaah haji dari seluruh penjuru dunia, namun ironinya, di luar itu Saudi juga menjadi”pelayan”Amerika Serikat (AS). Padahal sudah jelas AS adalah negara penjajah atas dunia Islam dan penyokong utama entitas zion*s Yahudi, sang penjajah dan penindas kaum muslim Palestina.

Sungguh ironi, ratusan miliar dolar AS uang itu mengalir deras dari Saudi ke Amerika Serikat yang menjadi penyokong utama entitas Yahudi. Bukan mengalir ke Palestina untuk menyelamatkan 14 ribu bayi di sana yang terancam mati karena kelaparan, bukan pula untuk membiayai misi jihad untuk memerangi entitas zion*s Yahudi demi menyelamatkan jutaan kaum muslim Palestina yang masih hidup dan coba bertahan di tengah ancaman jutaan bom – bom yang terus dijatuhkan di atas kepala mereka.

Padahal jihad—di antaranya demi membela kaum muslim Palestina yang tertindas–jauh lebih utama daripada sekedar menjadi pelayan dua kota suci dan pelayan jutaan jamaah haji setiap tahunnya.

Allah SWT berfirman; “Apakah kalian menganggap upaya memberi makan dan minum orang yang berhaji serta membangun masjid al haram sama (derajatnya) seperti orang yang mengimani Allah dan hari akhir serta berjihad di jalan Allah? Tidak sama di sisi Allah. AllAh tidak memberikan hidayah kepada kaum yang zalim (TQS.at-Taubah: 19).

Ibadah haji tentu bukan sekedar ritual tahunan yang dilaksanakan oleh umat Islam, ibadah haji sekaligus merupakan momentum agung yang menyatukan umat dalam satu tujuan yaitu ketaatan kepada Allah SWT. Namun sayang, semangat persatuan yang dibawa dalam ibadah haji biasanya kembali pudar setelah mereka kembali ke negerinya masing-masing.

Padahal seharusnya, ibadah haji menjadi titik tolak untuk membangun persatuan ideologis umat Islam secara global, dalam menghadapi tantangan saat ini. seperti; segala bentuk penjajahan barat atas dunia Islam, termasuk pendudukan Palestina oleh entitas zion*s Yahudi yang telah berlangsung selama puluhan tahun hingga kini.

Padahal seharusnya ibadah haji adalah momentum untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada sesama muslim, khususnya di Palestina.

Rasulullah SAW bersabda: “perumpamaan kaum mukmin dalam hal kasih sayang saling mencintai dan saling membantu adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit maka seluruh tubuh akan merasakan demam dan tidak bisa tidur (HR.Muslim).

Karena itu derita kaum muslim Palestina adalah derita yang juga harus dirasakan oleh seluruh umat Islam, termasuk jamaah haji. Tapi sayangnya hal ini tidak dilakukan penguasa Saudi, juga para penguasa Arab dan negeri-negeri Muslim lainnya.

Padahal sudah jelas, kaum muslim itu bersaudara. Rasulullah SAW bersabda;”perumpamaan kaum mukmin dalam hal kasih sayang, saling mencintai dan saling membantu adalah seperti satu tubuh. jika satu anggota tubuh sakit maka seluruh tubuh akan merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (HR.Muslim).

Tapi apa yang terjadi saat ini, tak ada satupun negara muslim yang membantu, Seolah tak peduli meski sudah ratusan ribu kaum Muslim di Palestina tewas dibantai entitas zion*s Yahudi. Padahal jangankan ratusan ribu, satu nyawa muslim saja amatlah berharga di sisi Allah SWT dan rasul-Nya.

Allah SWT berfirman; “siapa saja yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia (TQS.al–Maidah: 32).

Rasulullah SAW bersabda; “kehancuran dunia ini lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan pembunuhan seorang muslim tanpa Haq. (HR.an- Nasa’i).

Maka dari itu, bukankah ini menunjukkan bahwa umat memang membutuhkan kehadiran perisai untuk mereka, yakni; (Khilafah islamiyah). Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda;”sesungguhnya imam (Khalifah) adalah perisai; orang-orang berperang di belakang dia dan berlindung kepada dirinya. (HR.Muslim).

Hadis ini menjelaskan, imam (Khalifah) adalah ibarat tameng, dia mencegah musuh untuk menyerang (menyakiti) kaum muslim, juga mencegah masyarakat untuk saling menyerang satu sama lain, dia pun melindungi keutuhan Islam.

Hanya Islamlah satu-satunya solusi, sebagai momentum untuk membangun persatuan Hakiki secara global. Yaitu; (Khilafah islamiyah). Insya Allah. Wallahu a’lam bishawab.

Exit mobile version