Site icon

Hampir Dua Tahun Daring, PTM Jadi Ajang Refresing Siswa

WhatsApp Image 2021-09-01 at 01.10.43

Kliksumatera.com, PALEMBANG– Dibukanya kran persetujuan pemberlakuan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Palembang dan beberapa kota lain di Sumsel menjadi signal yang baik untuk dunia pendidikan.

Pola itu bisa jadi ajang refresing belajar siswa mengatasi kebosanan belajar sistem daring yang hampir dua tahun sudah dilakukan.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Sumsel, Supadmi Kohar di ruang kerjanya, Selasa (31/8). “Selama ini hampir dua tahun belajar daring, bosan juga siswa. Dengan PTM bisa jadi ajang untuk merefresh sistem belajar juga, selama diawasi ketat dengan prokes yang baik, sah-sah saja,” katanya.

Pihaknya menyetujui itu karena konsep teknis yang akan dilakukan oleh kepsek dan guru sudah baik, tinggal nanti bagaimana melihat praktiknya di lapangan.

Apakah guru dan perangkat sekolah mampu mendisplinkan anak didik selama proses PTM di sekolah, mulai dari kebiasaan cuci tangan, jaga jarak antar siswa saat belajar, waktu jam yang tidak boleh terlalu lama hingga pemasangan masker yang benar-benar diawasi.

Karena selama di lingkungan sekolah, anak didik menjadi tanggung jawab penuh para guru. “Jangan pertaruhkan kesehatan anak didik jika mengabaikan aturan prokes. Saksi moril dari orangtua akan jadi ancaman tegas jika sekolah timbul cluster baru lantaran guru abai,” katanya.

Pihaknya, lanjut dia, melihat sistem PTM memang sudah ditunggu para siswa, karena mereka sudah bosan belajar dengan pola daring.
Ini dilihat dari aktivitas siswa yang sebagian tetap keluar rumah, dengan alasan belajar bersama namun nyatanya mereka malah nongkrong-nongkrong di beberapa tempat.

Aktivitas tersebut justru akan lebih baik jika siswa hanya berkumpul-kumpul itu dialihkan bisa kumpul di sekolah saja. “Artinya mereka juga sudah kangen untuk berkumpul bersama, belajar bersama. Daripada mereka kumpul di restoran, cafe atau sekedar jalan-jalan di mall, mending dialihkan saja ke sekolah. Ini kita lihat jauh lebih baik, ” katanya.

Sistem pembelajaran daring juga diakuinya banyak kelemahan, misalnya akses internet tiap lokasi siswa tidak semuanya baik, kuota data habis, gangguan signal jaringan, hape tidak memenuhi standar hingga listik yang kadang padam.

Gangguan teknis itu akan melemahkan mental siswa sehingga penyerapan ilmu dari para guru menjadi tidak maksimal. Kondisi itu yang dia lihat terjadi.

Sistem pembelajaran daring, dia lihat kerap tidak maksimal karena kebanyakan yang belajar itu adalah para orangtua, terutama bagi siswa tingkat dasar.

Makanya serapan ilmu melalui pola tersebut justru berjalan tidak terlalu efektif dibandingkan sistem temu muka langsung. Pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah. Hanya saja, penerapannya harus ketat dan peka terhadap semua aktifitas anak. “Jangan lengah. Wajar jika ada interaksi tapi pengawasan juga harus detail dan ekstra, ” katanya.

Sumber : Rilis
Posting : Imam Ghazali

Exit mobile version