Site icon

Hanya dengan Jihad Fisabilillah, Palestina Bakal Bebas dari Penjajahan Zionis Laknatullah

WhatsApp Image 2023-11-29 at 14.15.04

Oleh : Ummu Naila

Palestina makin menderita, entitas Yahudi laknatullah terus melancarkan serangan dengan membabi buta, serta jumlah bom yang dijatuhkan kaum agresor Yahudi mencapai 6000 bom dengan total berat 4 ribu ton. Dengan adanya serangan yang membabi-buta ini banyak sekali kerusakan, bukan saja terhadap pejuang Palestina, tetapi juga warga sipil, anak-anak, perempuan, tenaga medis, juga jurnalis, bahkan rombongan pengungsi pun dihadang serangan brutal zionis.

Dengan adanya kebrutalan agresi Yahudi ini, majelis ulama Indonesia (MUI), Jakarta (VOA) Jumat lalu, (10/11/2023) mengeluarkan fatwa terbaru nomor 83 tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap perjuangan Palestina. Ketua MUI bidang fatwa Asrorun Niam Sholeh mengatakan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel hukumnya wajib. Sebaliknya mendukung agresi Israel haram, karena itu MUI merekomendasikan kepada masyarakat, muslim untuk menghindari semaksimal mungkin bermuamalah, seperti transaksi jual beli dengan pelaku usaha yang secara nyata memberi dukungan terhadap agresi dan juga aktivitas zionis Yahudi laknatullah.

Umat Islam menyambut seruan boikot, mereka saling berbagi daftar produk yang di boikot, juga menginformasikan produk substitusinya ini, sebetulnya menunjukkan antusiasme umat Islam untuk mendukung pembebasan Palestina, meski jauh di mata, sejatinya Palestina dekat di hati umat, seperti dalam firman Allah (QS.Al-Hujurat : 10), “Sesungguhnya Orang – Orang Mukmin itu Bersaudara.”

Jadi terbitnya fatwa MUI tersebut bisa kita katakan sebagai dukungan positif untuk perjuangan saudara-saudara Muslim kita di Palestina, hanya saja kita tentu patut berpikir efektif dan politis, apa benar Palestina hanya butuh bantuan dana dan fatwa keharaman saja.

Ketua MUI juga mendorong umat Islam Indonesia untuk mendukung perjuangan Palestina, termasuk dengan mendistribusikan zakat, infaq, dan sedekah, untuk kepentingan perjuangan rakyat Palestina, juga gerakan menggalang dana kemanusiaan, mendoakan untuk kemenangan, dan melakukan salat gaib untuk para syuhada Palestina.

Tidak cukup sampai di sini saja, bahwa tragedi Palestina yang terus berulang ini sungguh membuat miris. Terlebih saat kita menyaksikan sikap para penguasa Arab dan negeri Muslim lainnya, yang tidak pernah berubah selain sekedar mengecam dan mengutuk saja. Ini semua adalah akibat ide nasionalisme yang terlanjur mengakar di negeri-negeri muslim, nasionalisme menjadi racun politik, yang menyebabkan negeri-negeri muslim tidak berkutik untuk membela saudaranya di Palestina, untuk mengambil opsi militer sebagai bantuan ke Palestina dalam rangka menggempur kaum zionis Yahudi.

Walaupun berbusa-busanya resolusi PBB tidak pernah berhasil menghentikan zionis Yahudi, begitu pula solusi dua negara yang jelas-jelas haram menurut Islam karena cakupan penjajahan zionis di Palestina bukan semata penyerangan. Melainkan pengusiran dan pencaplokan wilayah, jelas mustahil nasionalisme menjadi solusi untuk Palestina, yang justru nasionalisme inilah telah nyata membuat dunia Islam terkotak-kotak. Yang mengakibatkan masing-masing penguasanya hanya mementingkan negerinya sendiri.

Hanya khilafah pemersatu dunia Islam, Allah SWT berfirman dalam (QS.Al-Baqarah :191), “Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.”

Atas dasar ini, jelas bahwasannya Palestina hanya bisa dibebaskan secara tuntas jika khilafah berdiri sebagai sistem dan institusi politik untuk melindunginya, sekaligus berperan sebagai pemersatu seluruh negeri muslim.

Umat saat ini hanya bisa melakukan aksi boikot sebagai bentuk keberpihakan pada Palestina dan perlawanan terhadap Yahudi, namun boikot bukanlah solusi hakiki, solusi hakiki atas penjajahan Yahudi adalah jihad fisabilillah untuk mengalahkan zionis Yahudi laknatullah.

Satu-satunya institusi yang akan menggelorakan jihad fisabilillah, membebaskan Palestina, adalah solusi satu-satunya khilafah, sejarah telah membuktikannya oleh karenanya tidak cukup hanya boikot, umat juga harus mewujudkan institusi ini secara nyata, dengan memberikan dukungan politik terhadap daulah khilafah yang membebaskan Palestina.
Wallahu a’lam bishawab.

Exit mobile version