* Ternyata Cuma Jejak Kerbau, Warga Langsung Potong Ayam untuk Tolak Bala
Kliksumatera.com, LAHAT- Warga Desa Tanjung Menang Kecamatan Tanjung Tebat kembali dihebohkan oleh penemuan jejak kaki yang diduga Harimau. Kejadian bermula seorang warga bernama Barudin umur 60 tahun hendak ke ladang untuk menabah karet (26/12). Di tengah jalan dia dengan hewan yang diduga Harimau sebesar sapi lalu beliau memberitahukan ke desa.
Spontan saja warga panik dan mengumpulkan warga lainnya. Juga spontan Kades Tanjung Menang Cadi Pranata menelepon Camat Tanjung Tebat Ariapulun SE. Selang beberapa saat kemudian bersama BKSDA, jajaran Kepolisian Kota Agung, Tokoh Adat Sunirhan dan beberapa warga meninjau lokasi yang diduga Harimau.
Ternyata setelah dicek hanya terdapat tinjak kerbau dan tinjak anjing seperti dikatakan Rohmat Polhut Lahat kepada Awak Media. “Alhamdulilah setelah kita identifikasi itu jejak kerbau anjing. Bapak Barudin 64 tahun. Ini bukan Habitat dan lintasannya Harimau. Info masyarakat sesuai prosedur disaksikan dengan tripika Kecamatan itu bukan dan saya berani bertanggung jawab Atas penemuan kali ini,” tandas Rohmat.
Sementara itu Camat Tanjung Tebat Ariapulun SE mengatakan, dengan adanya berita ini saya selaku Camat memerintahkan Kades supaya tenang, sesuai dengan arahan Bupati Lahat Cik Ujang supaya tenang jangan sendirian ke kebun dan jangan lupa bawa alat komunikasi. Insya Allah daerah kita aman dan bukan jelajahnya Harimau. Namun bukan berarti kita lengah dan tetap waspada. Pantauan saya sendiri di lokasi kejadian bahwa disekitar penemuan diduga Harimau itu banyak terdapat tapak kerbau dan anjing,” papar Camat.
Sementara itu Sunirhan Tokoh Adat/ Tetua Desa Desa Tanjung Menang angkat bicara, umur saya sudah 66 tahun, alhamdulilah sampai hari ini tidak ada Harimau. ”Selain daerah kita ini bukan jalur pelintasannya namun kita harus selalu waspada,” pungkasnya.
Sedangkan Barudin yang cemas melihat Harimau langsung menyuruh anggota keluarganya menyembelih ayam untuk tolak balak.
Laporan : Novita/Idham
Editor/Posting : Imam Ghazali

