Site icon

Ini Pengakuan Pekerja Tambang Emas Illegal Wasirawi, Gaji Hingga Setoran

WhatsApp Image 2022-09-05 at 03.52.24

Kliksumatera.com, PAPUA— Aktivitas penambangan emas illegal di sejumlah titik di Kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak dan Kabupaten Tambrauw diduga masih berlangsung hingga saat ini.

Berapa sih gaji mereka hingga tergiur ikut kolompok penambangan dan berani menantang hukum yang berlaku ?

Dari hasil investigas media ini, didapati bahwa hasil penambangan yang melimpah menjadi salah satu alasan para pekerja berani melakukan aktivitas melanggar hukum.

Pekerja salah satu kelompok penambang yang ditemui di lokasi tambang emas Wasirawi, Distrik Masni, mengungkapkan bahwa besar pendapatan karyawan tergantung pada hasil mengumpulan emas yang didapat dalam satu bulan kerja. “Penghasilan kita itu 6 persen dari berapa banyak emas yang terkumpul selama satu bulan kerja, sedangkan 4 persen untuk logistrik dan setoran,” ungkap seorang pekerja tambang yang mengaku bersama dua kelompok lain yang juga satu bos besar dengan kelompok mereka. “Koordinator pemodal tambang juga ada Mas. Bos-bos kita ada koodinatornya,” tambahnya, sembari tak mau menyebutkan siapa namanya.

Lanjut dia, dalam sebulan bisa didapati paling sedikit 5 kg emas dengan harga jual per satu gramnya mencapai Rp 650.000 – Rp 700.000. Silakan dihitung pendapatan sebulan per satu kelompok penambang yang jumlahnya terdiri dari 10 – 12 orang itu.

Dia mengungkap, hasil kerja selama satu bulan itu akan dikumpul oleh seorang pengawas untuk dibawa turun dari lokasi tambang, diserahkan kepada 01 (Bos sebagai pemodal). “Selama bekerja, kita tidak bisa turun dari lokasi, kecuali ada perintah dari 01. Hanya pengawas yang turun bawa hasil dan nanti dia balik lagi sekalian bawa upah dan logistrik,” ungkapnya.

Aktivitas pengambilan emas kata dia dilakukan dengan pembagian sift. Dia dan juga karyawan lainnya tidak bisa mengambil emas karena pekerja mereka selalu diawasi. “Jadi kalau kita mau cari ongkos rokok, kita dulang manual di luar sift. itu untuk pake bayar akses WIFI atau beli rokok kalau logistik menipis,” terangnya.
Dia mengaku ingin turun dari lokasi kala itu. Sayangnya, aturan berbeda diterapkan oleh setiap pemilik kelompok tambang. “Kalau tidak ada perintah turun lalu kita turun lokasi, itu sudah tidak bisa naik lagi, langsung diganti orang lain,” ungkap pekerja yang mengaku sudah 3 bulan di lokasi pekerjaan itu. “Kalau balik pun kita tidak bisa sendiri. Jalan jauh ke muara bisa 3 jam, terus naik longboat lagi 2 jam. Kalau naik helikopter cepat saja, tapi 2 juta per orang,” bebernya.

Diketahui, akses menuju titik penambangan di Wasirawi memang terjal. Jika menggunakan longboat, satu orang dipatok harga Rp 700.000 – Rp 1.000.000. Mereka akan menyusuri kali Wariori selama 2 jam untuk sampai di muara kali dan berjalan ke lokasi kerja (jika hendak naik bekerja) atau berjalan kaki menuju muara dan menggunakan longboat ke kali Wariori untuk menuju ke wilayah padat pemukiman di Distrik Masni maupun Distrik Prafi.

Sumber : Ringpapua.net
Editing : Imam Gazali

Exit mobile version