Oleh : Dr. Mgs. Mhd. Tibrani, M.Si; Susy Amizera SB, S.Pd., M.Si; Drs. Khoiron Nazip, M.Si; Dr. Ermayanti, M.Si; Nike Anggraini, S.Pd., M.Sc.;Muhammad Khoirul Antony, S.Pd., M.Pd
Di tengah tuntutan pembelajaran abad ke-21, guru tidak cukup hanya menguasai materi. Mereka dituntut mampu merancang pengalaman belajar yang kreatif, interaktif, dan bermakna bagi siswa. Inilah tantangan sekaligus peluang besar yang mulai dihadapi oleh para pendidik di SMP Negeri 13 Palembang, terutama ketika mendorong implementasi pembelajaran berbasis teknologi.
Salah satu inovasi yang kini menjadi fokus adalah penyusunan E-LKPD berbasis Problem-Based Learning (PBL) melalui platform Liveworksheet, yang kemudian diintegrasikan ke dalam sesi pembelajaran menggunakan Nearpod. Langkah ini bukan sekadar digitalisasi, tetapi bagian dari transformasi mendalam yang memampukan guru membangun pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada siswa.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMPN 13 Palembang
Guru kini tidak hanya menyusun lembar kerja, tetapi merancang alur berpikir. Di dalam E-LKPD berbasis PBL, siswa tidak langsung diberikan jawaban. Mereka diajak memasuki situasi masalah nyata yang berhubungan dengan kehidupan mereka: persoalan lingkungan, kesehatan, sains, atau fenomena sosial di sekitar sekolah. Setiap pertanyaan disusun agar menantang rasa ingin tahu sekaligus melatih kemampuan analitis siswa. Melalui Liveworksheet, soal-soal tersebut kemudian menjadi lebih interaktif, dilengkapi gambar, tautan, kolom jawaban otomatis, hingga fitur penilaian instan.
Integrasi E-LKPD ini dengan Nearpod membuat pengalaman belajar menjadi lebih hidup. Guru dapat memandu siswa langkah demi langkah, sambil memantau pemahaman melalui fitur kuis, kolaborasi, diskusi langsung, atau simulasi yang disediakan platform tersebut. Kelas yang tadinya monoton berubah menjadi ruang diskusi dinamis. Siswa tidak hanya membaca dan menjawab, tetapi juga berinteraksi, bertanya, menganalisis, bahkan mempresentasikan hasil pemikiran mereka secara digital.
Pembelajaran seperti ini sesungguhnya menyiapkan siswa untuk menghadapi masa depan. Mereka dilatih berpikir kritis karena harus menganalisis masalah. Mereka belajar bekerja sama karena banyak aktivitas membutuhkan diskusi kelompok. Mereka menjadi lebih mandiri karena E-LKPD digital dapat diakses kapan saja, memungkinkan mereka mengulang bagian yang belum dipahami. Bagi guru, perubahan ini membawa manfaat besar: proses penilaian lebih mudah, data belajar terekam otomatis, dan pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih efektif serta efisien.
Lebih jauh lagi, inovasi ini membuktikan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari hal besar. Dengan memanfaatkan platform yang sudah tersedia dan kreativitas guru, pembelajaran dapat berubah menjadi pengalaman yang memotivasi siswa untuk belajar lebih dalam. SMP Negeri 13 Palembang telah menunjukkan langkah penting dalam mengintegrasikan teknologi dengan konsep pedagogi modern.
Pada akhirnya, penyusunan E-LKPD berbasis PBL berbantuan Liveworksheet dan pemanfaatannya melalui Nearpod bukan hanya soal mengikuti perkembangan teknologi. Ini adalah upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan dunia siswa, memberikan ruang bagi mereka untuk berpikir, mencari solusi, dan memahami bahwa belajar adalah proses aktif yang dapat dinikmati. Transformasi seperti ini adalah fondasi kuat menuju pendidikan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. ***

