Site icon

Islam Solusi Terbaik Melindungi Mental Remaja

WhatsApp Image 2025-02-28 at 14.33.50

Oleh: Qomariah (Muslimah Peduli Generasi)

Kehancuran mental generasi saat ini, terutama remaja Bukan semata karena faktor individu yang “lemah” tetapi merupakan dampak dari penerapan sistem.

Seperti di era digital sekarang ini, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi remaja.

Berbagai platform media sosial memungkinkan mereka untuk terhubung dengan teman, mengeksplorasi minat, mengakses berbagai informasi dengan cepat, hingga menjadi sarana edukasi dan kreativitas.

Namun di balik manfaat tersebut, penggunaan media sosial yang berlebihan atau tidak bijak juga membawa sejumlah risiko.

Sebut saja paparan terhadap standar kecantikan yang tidak realistis, cyberbullying, dan kecanduan digital yang bisa mempengaruhi kesehatan mental remaja.(Kompas.com 13/2/2025).

Berdasarkan hal-hal tersebut, tampak bahwa segala sendi kehidupan berperan menciptakan tekanan pada mental remaja sehingga mereka mengalami gangguan atau masalah kesehatan mental yang bersifat sistemis.

Menurut WHO selain faktor genetika (keturunan), gangguan kesehatan mental dan kejiwaan disebabkan oleh faktor fisik (trauma karena pernah mengalami kekerasan fisik dan seksual), dan faktor sosial (lingkungan sosial yang buruk, standar kecantikan yang tidak realistis, cyber bullying, kecanduan digital, dan media sosial).

Ini semua menunjukkan bahwa kehancuran mental remaja saat ini Bukan semata karena faktor individu yang “lemah”tetapi merupakan dampak penerapan sistem yang salah (sistem sekuler kapitalisme).

Pada saat yang sama, negara membiarkan media  massa dan media sosial mempromosikan gaya hidup hedonistik ala barat, para remaja yang minim filter akhirnya terbawa arus bersikap konsumtif. Ketidakmampuan memenuhi tuntutan gaya hidup berdampak pada tekanan mental. Bahwa penerapan sistem kehidupan kapitalisme sekuler, melahirkan generasi yang menuhankan materi.

Bahwa definisi kebahagiaan bagi mereka yang menuhankan materi. Seperti; prestasi, cuan, kecantikan, fesyen dan popularitas. Ketika”  tidak bisa menjadi,” paling-paling Mereka pun kena mental. Dan diperparah juga dalam sistem sekuler, minimnya pendidikan agama Islam yang benar (Kafah). Apalagi dalam penyampaian materi agama Islam tidak dalam bentuk yang menggugah akal dan hati, sehingga tidak mampu membentengi iman dan taqwa, yang melindungi remaja dari penyakit mental.

Adapun benteng yang lain yaitu; pendidikan orang tua dan dukungan masyarakat juga tidak terwujud, karena penerapan sistem sekuler telah menghasilkan disfungsi orang tua dan sikap individualistis di tengah masyarakat. Alhasil, tidak ada perlindungan bagi kesehatan mental remaja. Bahkan negara masih juga lamban mensolusi, persoalan mental remaja.

Ketika masalah kesehatan mental remaja tidak tertangani dengan baik, maka beresiko besar mereka mencari pelarian pada hal-hal yang merusak, seperti; narkoba, menyakiti diri sendiri, maupun bunuh diri.

Dan bahkan berdampak pada kesehatan mental, bisa terkena Gamophobia yaitu; ketakutan yang berlebihan untuk menikah dan tidak siap secara mental untuk menjadi orang tua. Hal ini muncul karena trauma akibat kegagalan hubungan masa lalu. Seperti: melihat hubungan orang tua yang buruk/perceraian. Inilah bukti penerapan sistem sekuler yang diterapkan hari ini nyata-nyata rusak dan merusak mental generasi, terutama bagi remaja.

Dimana dalam sistem sekuler kapitalisme yang diterapkan hari ini, negara nyata-nyata rusak dan merusak mental generasi muda, terutama remaja. Bahwa dalam penerapan sistem kapitalisme tidak berperan sebagai raa’in (pengurus rakyat), tetapi hanya regulator sehingga negara cenderung abai pada kesehatan mental generasi muda.

 

Islam Melindungi Kesehatan Mental Remaja

Hanya dalam sistem Islam (Khilafah), memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi cemerlang yang berkualitas. Yang terdapat dalam firman Allah SWT (TQS. Ali- Imran ayat: 110)”kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kalian menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah,”

 

Sistem Islam (Khilafah) mewujudkan generasi terbaik (khairu ummah), serta menerapkan syariat Islam Kafah, tidak hanya pada aspek pendidikan, tetapi seluruh aspek kehidupan. Dan diberlakukan atas seluruh rakyat yang berkewarganegaraan Islam.

Dalam sistem pendidikan Islam menghasilkan generasi muda yang berkepribadian Islam. Yaitu; generasi yang memiliki pola pikir (akliah), dan pola jiwa (nafsiah) Islam. Bahwa generasi muda muslim paham jati dirinya sebagai hamba Allah SWT yang harus taat pada-Nya.

Mereka paham tujuan hidupnya untuk meraih ridha Allah SWT, dan terdorong untuk selalu beramal saleh secara visioner demi meraih kebahagiaan yang abadi di surga. Mereka memandang bahwa qadha Allah itu pasti baik, sehingga saling bersabar dan bersyukur, tidak merasa sedih ketika menghadapi musibah karena yakin semuanya dari Allah SWT dan akan kembali pada-Nya.

Selain menerapkan sistem pendidikan Islam, Khilafah juga menyiapkan orang tua dan masyarakat untuk mendukung proses pembentukan generasi pembangunan peradaban Islam yang mulia, yaitu generasi yang bermental kuat.

Rasulullah SAW bersabda;”sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin tentang apa yang dipimpinnya, apakah ia pelihara ataukah sia-siakan hingga seseorang ditanya tentang keluarganya,”(HR.An-Nasa’i).

Dalam penerapan Islam Kafah, Khilafah mewujudkan generasi terbaik (khairu ummah) tidak hanya berupa mimpi tetapi terwujud nyata. Insya Allah. Wallahu a’lam bishawwab.

Exit mobile version