Site icon

Israk Mikraj Momentum Mengokohkan Dakwah Islam Kafah

WhatsApp Image 2022-03-08 at 20.03.17

Oleh : Hj. Padliyati Siregar ST

Peristiwa Israk Mikraj merupakan peristiwa perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Haram menuju ke Masjidil Aqsa dan lanjut ke Sidratul Muntaha dalam waktu semalam. Dalam peristiwa yang terjadi pada 27 Rajab tahun ke delapan masa kenabian.

Tentu saja bagi kaum Muslimin ketika memperingati Isra Miraj sudah semestinya dimunculkan kembali komitmen, spirit dakwah, dan perjuangan untuk mengembalikan kejayaan Islam (khilafah). Karena, dengan kejayaan Islam, ukhuwah, syariah, dan dakwah efektif diwujudkan demi kemuliaan, kebahagiaan, dan kesejahteraan rahmat bagi alam semesta

Dengan demikian peristiwa Israk Mikraj seharusnya menjadi spirit yang bisa menjadi pijakan dakwah dan perjuangan umat hari ini. Pasalnya, pasca Isra Miraj lah terjadi transformasi kepemimpinan di tangan Rasulullah SAW.

Transformasi kepemimpinan tersebut ditandai dengan tegaknya Daulah Islamiyah di Madinah. Ini terjadi tidak lama setelah peristiwa Isra Mi’raj. Pasca Rasulullah SAW wafat, eksistensi Daulah Islamiyah kemudian dilanjutkan oleh keberadaan Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah yang pertama, yang dipimpin oleh Khulafaur Rasyidin.

Era Khulafaur Rasyidin lalu dilanjutkan secara berkesinambungan oleh Khilafah Umayah, Khilafah ‘Abbasiyah, dan Khilafah Utsmaniyah selama kurang-lebih 14 abad lamanya. Selama kurang-lebih 14 abad pula Khilafah Islamiyah sukses menciptakan peradaban yang agung. Khilafah mampu melindungi dan menebarkan rahmat bagi seluruh manusia, bukan hanya umat Islam. Pada masa Khulafaur Rasyidin, misalnya, keberkahan telah mereka rasakan dengan amat luar biasa. Di antaranya dalam bentuk kemakmuran hidup.

Bagi kebanyakan orang, akan tegaknya kembali sistem Kekhilafahan Islam memang merupakan sesuatu yang tidak masuk akal. Namun, karena itu merupakan sesuatu yang sudah dikabarkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, maka kita wajib untuk meyakininya.

Ini sebagaimana tidak masuk akalnya peristiwa Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW. Namun, semua itu wajib diimani. Siapa saja yang mengingkarinya, sama saja ia telah terjerumus dalam kubangan dosa. Na’udzubilLah.

Karena itu jadilah seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, yang tidak berpikir panjang untuk mengimani semua yang disampaikan oleh Nabi SAW. Termasuk tentang akan kembalinya Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Beliau bersabda:

ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
Kemudian akan tegak kembali Khilafah yang mengikuti manhaj Kenabian (HR Ahmad).

Tentu kabar yang disampaikan oleh Rasulullah SAW harus diwujudkan oleh seluruh kaum Muslim dengan penuh perjuangan dan kesungguhan. Dalam hal ini kita harus meneladani Muhammad al-Fatih yang berjuang dan bersungguh-sungguh menaklukkan Konstantinopel yang sebelumnya telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW bakal ditaklukkan oleh kaum Muslim. ***

Exit mobile version