Site icon

Jejak Peradaban Sunyi di Selatan Merapi kaki Bukit Barisan

IMG-20260217-WA0054

Kliksumatera.com Lahat — Diantara kebun singkong dan jagung milik warga, sejarah tua itu masih berbaring tenang.
Di Desa Suka Merindu, Kecamatan Merapi Selatan, sebuah lumpang batu berlubang satu menjadi saksi bahwa wilayah ini pernah hidup dalam denyut peradaban prasejarah.

Lubangnya berdiameter 19 sentimeter—lebih besar dari rata-rata temuan di Lahat. Batu sepanjang 87 sentimeter itu berdiri sederhana di ketinggian 152 mdpl, tak jauh dari aliran Sungai Suban yang mengalir jernih dari pegunungan.

Tak hanya lumpang, di lokasi yang sama ditemukan pula formasi tetralith—susunan empat batu besar. Dua masih utuh, satu berdiri kokoh, satu lagi rebah dimakan waktu. Dua lainnya telah pecah, seakan mengingatkan bahwa warisan sejarah tanpa penjagaan bisa perlahan hilang.

Keberadaan situs ini mempertegas bahwa selatan Merapi bukanlah ruang kosong dalam peta megalitik Kabupaten Lahat. Ia adalah bagian dari hamparan budaya tua yang selama ini dikenal kuat di wilayah Mulak dan Pagar Gunung.

Menariknya, Suka Merindu tak hanya menyimpan jejak batu. Enam kilometer dari desa, gemuruh air Cughup Renalap menambah pesona alamnya. Perpaduan warisan budaya dan lanskap pegunungan menjadikan desa ini berpotensi tumbuh sebagai destinasi sejarah dan wisata alam yang saling menguatkan.
Suka Merindu hari ini bukan sekadar nama di peta.Ia adalah ruang sunyi tempat masa lalu masih berbisik, menunggu untuk dijaga dan diceritakan kembali, Merapi Selatan 17 Februari 2026 Mario Andramatik

Laporan wartawan Novita

Exit mobile version