Site icon

Kapolda Sumsel dan Pangdam II Swj Buka Pelatihan Dai Karhutlah untuk Babinsa dan Babinkamtibmas

WhatsApp Image 2021-03-19 at 00.44.16

Kliksumatera.com, PALEMBANG- KapoldaSumsel Irjen Pol Prof Dr Eko.Indra Heri S MM bersama Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi didampingi PJU Polda Sumsel membuka Lat Kat Puan Dai Kamtibmas diikuti Anggota Babinsa dan Babinkamtibmas perwakilan dan secara Virtual Sejajaran Polda Sumsel Kamis di Gedung Promoter Polda Sumsel, Kamis (18/03/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM mengatakan, kita sadar nikmat tuhan yang mahakuasa alam semesta ini, oleh karena itu kita patutlah menjaga secara bersama dan kebersamaan TNI-Polri, dan Pemda serta masyarakat dalam mencegah karhutla ini. ”Alhamdulilah berkat Rahmat Allah SWT, tahun 2020 dikarunia hujan sehingga tidak begitu merepotkan dalam penanggulangan Karhutla namun tahun 2021 berdasarkan perkiraan cuaca dan kondisi cuaca wilayah Sumatera Selatan khususnya dan seluruh Indonesia nampaknya kita akan berjauh beda dengan kondisi 2020. Bahkan kondisinya akan sama dengan tahun 2019. Oleh karena itu tidak ada kata lain selain kebersamaan kita TNI dan Polri beserta masyarakat dan stakeholder lainnya untuk sama-sama mencegah karhutla ini. Untuk biaya cegah karhutla akan lebih murah ketimbang kita menanganinya atau mematikan apinya. Oleh karena dalam kesempatan ini kita akan berbagi ilmu pengetahuan kepada segenap anggota Babinsa dan Babinkamtibmas memberi pelatihan peningkatan kemampuan di bidang dakwah untuk sama-sama belajar selanjutnya diimplementasikan kepada masyarakat dalam memberikan edukasi tentang bagaimana bahaya tentang pencegahan Karhutla. Tentu ini bukan pekerjaan mudah, tapi bagian dari ikhtiar kita,” papar Jenderal Eko.

Sementara itu Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi mengatakan sangat mendukung apa yang disampaikan Kapolda Sumsel untuk mencegah Karhutlah sebagai ujung tombaknya adalah personel babinsa dan babinkamtibmas. ”Di dalam ilmu tentara yakni rongga rungkit (rong yaitu mendorong) ga itulah adalah (menggugah) ruh adalah (mempengaruhi), dan kit (membangkitkan). Jadi, kita bisa mempengaruhi mentauladankan untuk berbuat baik sebagaimana yang kita kita contohkan dalam perspektif sesuai agamanya masing-masing,” pungkas Pangdam.

Laporan : Yudi
Posting  : Imam Ghazali

Exit mobile version