Site icon

Kasus Stunting Semakin Tinggi

WhatsApp Image 2024-02-11 at 06.34.29

Oleh : Ummu Aziz

Tumbung kembang anak adalah hal yang sangat penting menjadi perhatian orang tua. Dalam hal ini bagaimana orang tua mampu memenuhi asupan gizi bagi anak anak mereka agar tumbuh kembang dengan sempurna. Masalah stunting bukan lagi menjadi masalah di beberapa individu saja, tapi sudah sistemik. Artinya ini menjadi tanggung jawab pemimpin negeri ini. Negeri yang kaya akan SDA justru kasus stunting juga belum bisa dihapuskan.

Persoalan stunting sebenarnya adalah bagian dari persoalan yang lebih mendasar, yaitu pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. Selama ini, negara abai akan pemenuhan kebutuhan dasar berupa pangan bagi rakyat. Akibatnya, banyak rakyat yang kekurangan gizi, termasuk ibu hamil, bayi, dan balita. Terjadilah gagal tumbuh atau stunting pada anak.

Langkah-langkah pemerintah untuk menurunkan stunting justru menimbulkan berbagai polemik. Seperti diakui oleh Presiden sendiri, selama ini dalam kegiatan Posyandu, balita hanya mendapatkan biskuit, bukan makanan sumber protein yang penting bagi pertumbuhan badan. “Saya lihat di lapangan dari kementerian masih memberi biskuit pada anak, cari mudahnya saja, saya tahu,” ujar Jokowi. (CNN Indonesia, 26-1-2023).

Di media sosial pernah ramai juga polemik tentang makanan untuk pencegahan stunting yang menunya hanya sayur sop dan tahu, padahal anggarannya Rp 18.000. (Okezone, 18-11-2023). Program lainnya yang mendapatkan sorotan adalah pembagian susu untuk mencegah stunting. Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak Indonesia (GKIA) menilai maraknya pembagian susu menunjukkan bahwa terminologi stunting itu tidak dipahami oleh banyak pihak (Times Indonesia, 2-1-2024).

Polemik yang paling menonjol adalah penyalahgunaan anggaran untuk stunting. Jokowi mengakui bahwa ditemukan di suatu daerah, dari total dana Rp 10 miliar untuk program stunting, hanya Rp 2 miliar yang dimanfaatkan secara konkret untuk pemberian makanan bergizi. Sebesar Rp 8 miliar lainnya digunakan untuk perjalanan dinas, rapat, dan program lainnya (Republika, 14-6-2023).

Amburadulnya program penanganan stunting mengindikasikan ketakseriusan pemerintah dalam menurunkan angka stunting, padahal stunting sangat menentukan masa depan negara.

Stunting merupakan kondisi terjadinya gangguan gizi kronis yang berlangsung dalam rentang 1.000 hari pertama kehidupan anak sejak dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Ditandai dengan panjang badan atau tinggi badan menurut umur berada di bawah -2 SD dengan akibat kecerdasan pada kemudian hari tidak optimal dan risiko penyakit kronis.

Pencegahan stunting bisa dilakukan melalui pendekatan spesifik, yaitu perbaikan gizi ibu dan anak, dan pendekatan sensitif, yaitu semua kontribusi yang menyebabkan tumbuh kembang anak tidak optimal seperti pola asuh, kebersihan, literasi orang tua, sarana air minum dan sanitasi, imunisasi, dan sebagainya.

Politik ekonomi Islam menjamin pemenuhan semua kebutuhan primer tiap orang secara menyeluruh, serta kemungkinan tiap orang untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai kadar kesanggupannya sebagai individu yang hidup dalam sebuah masyarakat yang memiliki gaya hidup tertentu.

Dengan demikian, Islam sebagai institusi penerap syariat Islam kafah akan memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan primer (sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan) bagi tiap individu rakyat. Kebutuhan gizi tiap orang akan terpenuhi, termasuk ibu hamil dan balita. Tidak hanya pangan, kebutuhan akan rumah yang sehat, air minum yang layak, sanitasi, edukasi, akses terhadap layanan kesehatan, dsb. semuanya dijamin oleh Islam. ***

Exit mobile version