Site icon

Kaum Wanita dan Anak Jadi Populasi Kunci, Dalam Upaya Akhiri Aids

WhatsApp Image 2022-12-10 at 18.29.18

Oleh: Qomariah

UNAIDS dan mitra global berencana membentuk aliansi global baru untuk akhiri AIDS pada anak serta kegiatan amal yang akan diresmikan tepat pada hari AIDS sedunia 1 Desember 2022. untuk merealisasikan epidemi AIDS pada 2030, semua orang harus mengingatkan upaya pencegahan, semua orang dengan hasil tes positif harus segera menjalani treatment ARV semua orang yang sedang menjalani pengobatan harus disiplin untuk mencapai (viral load Tersupresi).

Penguatan multisektoral menjadi penting dilakukan agar mendapatkan dukungan yang cukup untuk program HIV. Negara juga harus memprioritas pembayaran program HIV dengan begitu saya yakin bahwa kita semua dapat akhiri AIDS pada 2030 tutur Kritta yawan Boonto.

Belum lagi pengetahuan mengenai isu HIV serta kesehatan seksual dan reproduksi, stigma masyarakat dan kurangnya dukungan keluarga semakin menyulitkan mereka untuk bisa mengakses antiretroviral therapy, (sindonews.com).

Kasus HIV/AIDS Butuh Solusi Konfrehensif

Infeksi baru HIV terus meningkat, akibat maraknya perilaku menyimpang pasangan sejenis, pergaulan dan seks bebas yang makin jadi budaya akibatnya, perempuan dan anak pun banyak tertular. Berbagai program yang ada, hingga saat ini tak akan mampu mencegah penularan HIV/AIDS, solusi yang ditawarkan sama sekali tidak menyentuh akar persoalan, bahkan menimbulkan masalah baru.
Di sisi lain, perilaku menyimpang justru dibiarkan dan negara tidak mampu untuk mengatasi dan mengakhiri HIV/AIDS ini

Islam Solusi Semua Masalah

Hanya penerapan syariat Islam, yang mengharamkan semua kemaksiatan dan mampu mencegah infeksi HIV/AIDS. Mayoritas umat Islam menganggap AIDS sebagai “penjara dosa” yaitu konsekuensi final dari perbuatan dosa seperti, pengguna narkoba atau perzinaan.

Padahal fakta menunjukkan bahwa 500.000 jiwa anak-anak terinfeksi penyakit AIDS di tahun 2005 menghapus anggapan bahwa HIV/AIDS bukanlah konsekuensi dosa, hal ini menunjukkan bahwa korban HIV/AIDS tidak hanya para pendosa tersebut, tetapi juga anak-anak yang tidak berdosa.

Telah diterangkan Allah subhanahu Wa ta’ala dalam FirmanNya (Q.S Al-Isra : 32)

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلً

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32).

Allah SWT melarang hamba-hamba berbuat zina, begitu pula mendekatinya dan melakukan hal-hal yang mendorong dan menyebabkan terjadinya perzinaan, yakni dosa yang sangat besar

Islam memiliki sistem kehidupan yang berprinsip pada “Amar ma’ruf nahi munkar” sehingga sistem ini dapat terjaga setiap individu, keluarga, dan masyarakat muslim dari beragam penyakit sosial dan moral. Umat Islam juga diwajibkan mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan.

Telah diterangkan Allah SWT dalam FirmanNya (Q.S Ali-Imran:104)
وَلۡتَكُنۡ مِّنۡكُمۡ اُمَّةٌ يَّدۡعُوۡنَ اِلَى الۡخَيۡرِ وَيَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡكَرِ‌ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ‏

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Dengan demikian syariat islamlah merupakan solusi dinamis dan terbaik untuk segala problema kehidupan manusia. Secara kaffah dalam aspek kehidupan

Wallahu alam biash shawwaab.

Exit mobile version