Site icon

Keamanan Pangan dan Kesehatan Anak, Mana Peran Negara?

WhatsApp Image 2023-02-12 at 17.02.25

Oleh : Ummu Anggun

Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Muhammad Faizi, mengatakan kejadian diabetes mellitus pada anak makin meningkat, baik itu di dunia maupun Indonesia. Di Indonesia sebanyak 1.645 anak mengidap diabetes mellitus tipe satu. Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit akibat gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam waktu yang kronis.“Totalnya 1.645 pasien (anak),” katanya dalam media briefing IDAI, Selasa (1/2) lalu.

Menurut Faizi, kasus diabetes mellitus tipe satu pada anak pun meningkat sebanyak 70 kali lipat sejak tahun 2010 hingga 2023. Pada tahun 2010 prevalensi kasus diabetes mellitus terhadap anak di Indonesia hanya 0,028 per 100 ribu jiwa. Kemudian, pada tahun 2023 prevalensi kasus diabetes melitus menjadi 2 per 100 ribu jiwa.

“Ini hanya laporan dari 13 kota, tentu Indonesia luas sekali jadi lebih banyak lagi. Ini peningkatan dari 2010 sampai 2023 saja. Kalau kita hitung 70 kali lipat itu. Tapi sebenarnya riilnya itu lebih besar,” ungkapnya.

Kemudian, anak yang paling banyak mengidap diabetes mellitus berjenis kelamin perempuan dengan 59,3 persen dan laki-laki 40,7 persen. Adapun kasus diabetes mellitus paling banyak menyerang anak berusia 10-14 tahun yakni 46 persen. Kemudian, anak usia 5-9 tahun dengan 31,05 persen.“Anak usia 0-4 tahun itu 19 persen. Anak di atas usia 14 tahun itu tiga persen,” sebut Faizi.

Kasus-kasus diabetes mellitus pada anak tersebut disumbangkan oleh 13 kota seperti Manado, Surabaya, Jakarta, Medan, Padang, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, Denpasar, dan Makassar. “Paling tinggi tentu Jakarta dan Surabaya,” tandasnya.

Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menjelaskan pola makan sangat berkaitan erat dengan penyakit diabetes mellitus pada anak. “Apabila makanan seorang anak dari awal mula yaitu sudah selalu tinggi karbohidrat, gula, dan minyak. Ini yang menjadi cikal bakal musibah (diabetes) seluruh dunia. Karena kalau anak-anak kita diberi makanan berupa snack-snack junk food. Gula darah mereka cepat naik kemudian turun drastis. Mereka lapar lagi, makan yang seperti itu terus menerus sehingga insulinnya akan diproduksi secara terus-terusan,” jelasnya.

Piprim pun menyarankan agar anak-anak mengutamakan mengonsumsi protein hewani untuk mencegah terjadinya diabetes mellitus. “Karena kalau anak-anak kita diberi makanan sehat berupa protein hewani dan sayur-sayuran hijau. Ini kenyangnya lama jadi mereka tidak akan kalap makan terus snack-snack. Protein hewani itu mengenyangkan,” ucapnya.

Selain pola makan, gaya hidup yang lain terhadap anak seperti sering menggunakan gadget turut memicu penyakit diabetes mellitus.

Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebanyak 1.645 anak mengidap diabetes mellitus. Paling banyak menyerang anak usia 10-14 tahun. “Anak-anak yang tidak mau gerak dan olahraga. Tidurnya juga kurang ini akan mempercepat terjadi penyakit degeneratif penuaan dini karena terjadi inflamasi kronik. Saya kira itu yang perlu diwaspadai supaya anak-anak kita tetap sehat. Kemudian, perlu mengubah gaya hidup termasuk pola makan untuk diabetes tipe dua. Karena sama sekali tidak bisa memproduksi insulin,” pungkas Piprim.

Sementara itu, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia (IAKMI) Pengurus Cabang Sumatra Utara, Destanul Aulia, mendorong pemerintah harus melakukan pemeriksaan secara massal terhadap anak dan remaja untuk menemukan kasus diabetes mellitus. “Karena apa? Kalau kita dapat menemukan kasus diabetes lebih awal ini proses pencegahannya supaya tidak menjadi berat. Yang banyak terjadi adalah kita anggap itu penyakit biasa. Saat masuk ke rumah sakit ini menjadi kasus yang sudah parah. Ini bisa kita cegah dan menemukan kasus lebih awal,” katanya kepada VOA.

Peningkatan jumlah penderita Diabetes pada anak  hingga 70 kali lipat disinyalir efek dari konsumsi makanan yang tidak sehat.
Hal ini terjadi karena negara abai dalam mewujudkan keamanan pangan bagi rakyatnya. Kasus ini juga menunjukkan rakyat belum memiliki pola makan sehat.  Tingginya kemiskinan juga makin menambah besarnya kesalahan dalam pola makan. jangankan untuk mendapatkan makanan yang sehat, di sistem sekuler kapitalis sekarang ini sebagian masyarakat bisa makan saja sudah senang tidak perduli makanan itu menyehatkan atau tidak yang terpenting mengenyangkan.

Selain tingginya angka kemiskinan di negeri ini tentu tingginya angka pengangguran juga menjadi penyumbang andilnya anak anak menjadi terjangkit penyakit diabetes sejak usia dini, bagaimana tidak, ketika para orang tua yang tidak sanggup memberikan nafkah yang mencukupi untuk keluarganya karena tingginya biaya hidup juga sebagian besar pengangguran maka makanan bergizi baik itu tidaklah menjadi ukuran bagi mereka,ibaratnya untuk mendapatkan makanan yang layak di konsumsi saja susah.

Di sisi lain, terbatasnya modal karena kemiskinan membuat para pedagang menggunakan bahan yang murah meski berbahaya dalam berdagang,bahkan kebanyakan para pedagang hanya menginginkan keuntungan yang besar tanpa perduli barang yang dia jual akan mengakibatkan kerugian bagi kesehatan orang lain. Keserakahan manusia juga mengakibatkan industri makanan abai terhadap syarat kesehatan masyarakat.

Dalam sistem kapitalis semua di hitung berdasarkan untung rugi, kebutuhan yang banyak dan mendesak membuat masyarakat tidak lagi memikirkan tentang kesehatannya, akan tetapi terpenuhinya kebutuhan makannya itu sudah cukup, bergizi atau tidak, baik atau tidak dan bahkan halal atau haram itu bukan menjadi prioritas.

Sementara bisa kita lihat dalam sistem islam, Islam akan menentukan makanan yang dikonsumsi harus Halal dan thayyib, seperti Firman Allah SWT berikut ini.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu”, (TQS. Al Baqarah 168).

Oleh karena itu, negara  islam memberikan jaminan perlindungan atas terpenuhinya kebutuhan makanan yang halal dan Thayyib bagi rakyatnya .makanan, minuman dan kebutuhan lainnya harus sesuai standar hukum syara’ dalam pemenuhannya, mulai dari cara mendapatkannya, mengolahnya sampai kemudian di konsumsi semuanya harus halal dan baik, karena makanan yang tidak halal dan baik tentu akan menimbulkan berbagai penyakit dan juga akan menyeret kita kepada pertanggungjawaban kelak di akhirat, seperti hadist berikut ini :
يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Wahai Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya tidaklah daging (anggota badan) yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram kecuali semua itu lebih berhak dibakar dalam api neraka.”(HR. Tirmidzi, no. 614. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Wallahu A’lam Bisshowab

Exit mobile version