Site icon

Kecurangan Beras Premium, Mengapa Regulasi Tak Bergigi

WhatsApp Image 2025-07-18 at 14.14.50

Oleh : Eci Anggraini, Pendidik Palembang

Kementerian Pertanian (Kementan) baru saja melaksanakan investigasi yang mengevaluasi mutu dan harga beras yang beredar di pasaran. Temuan ini menunjukkan adanya potensi kerugian besar bagi konsumen, dengan total kerugian yang bisa mencapai hingga Rp99,35 triliun per tahun.Kementan menemukan mayoritas beras yang dijual di pasaran baik dalam kategori premium maupun medium, menunjukkan tidak sesuai volume, tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET), tidak teregistrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), dan tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan Permentan No.31 Tahun 2017.

Berdasarkan hasil investigasi ini, Amran menegaskan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi beras di pasar agar konsumen tidak terus dirugikan. Amran juga meminta kepada produsen dan distributor beras untuk memastikan produk yang dijual sesuai dengan standar yang berlaku, baik dari sisi mutu maupun harga. Hal ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pangan yang beredar di pasar, (Metrotvnews.com, Sabtu,28/06/2025).

Ini semua bukan sekadar soal “Oknum pengusaha nakal. ”Tapi karena sistem sekuler yang sukses melahirkan para pengusaha rakus tak takut Tuhannya. Bagaimana tidak? Sistem sekuler memisahkan agama dari kehidupan yang mengajarkan kalau urusan dunia jangan bawa-bawa agama.Hasilnya? Pengusaha nggak takut dosa, yang penting untung besar.

Ditambah prinsip Ekonomi kapitalis modal sekecil-kecilnya, tapi untung sebesar-besarnya. Bagaimana caranya? Ya curang lah, masa jujur bisa kaya? Oplos sana sini, tipu sana sini, lalu bilang, “Ini bagian dari strategi pasar.” Strategi pasar atau strategi setan?

Dalam Islam, curang itu dosa besar. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menipu, maka dia bukan golonganku.”(HR. Muslim).

Bukan golongan Nabi, ya golongan siapa? Iya, kita tahu jawabannya, tapi takut dosa kalau nyebut. Allah SWT  juga berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Muthaffifin ayat 1 “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang.” Ini bukan main-main.

Nipu timbangan, ngurangin takaran, oplos kualitas, semuanya dapat tiket VIP ke neraka Muthaffifin.Mau sampai kapan berharap kejujuran di tengah sistem yang justru ngajarin tipu-tipu? Islam dengan sistem Khilafah menawarkan solusi tuntas,

Dalam distribusi, khilafah hadir langsung mengawasi pasar agar rantai niaga berjalan jujur dan adil. Negara melarang tegas penimbunan, riba tengkulak dan kartel serta kecurangan- kecurangan lainnya.

Dengan pengaturan menyeluruh ini  harga menjadi wajar, pasokan stabil dan pangan dapat diakses seluruh rakyat. Kerennya lagi nih, negara dalam Islam juga memiliki lembaga khusus yang disebut Qadhi hisbah yang bertugas memastikan segala bentuk pelanggaran publik termasuk kecurangan dalam perdagangan. Jika ditemukan kecurangan, maka pelaku akan diberi sanksi sesuai syariat Islam secara langsung dan efektif, gak ada tuh rapat koordinasi dulu, langsung action saat itu juga.

Waktu khilafah berdiri, pasar Madinah bersih dari kecurangan. Pedagang diawasi langsung oleh Umar bin Khattab. Ada yang curang? Langsung ditegur atau diusir dari pasar.Dalam kitab Al-Amwal karya Abu Ubaid (hal. 720), diceritakan bahwa Umar bin Khattab pernah berjalan-jalan di pasar untuk memantau langsung aktivitas perdagangan. Beliau menemukan seorang pedagang yang mencampur gandum bagus dengan yang kualitasnya jelek.

Lalu beliau memerintahkan gandum tersebut ditumpahkan di pasar agar semua orang tahu dan menjadi pelajaran bagi yang lain. Sadarlah, negeri ini sudah terlalu sering kena oplosan, mulai dari

BBM oplosan, minyak oplosan, beras oplosan, jangan sampai nanti moral bangsa juga dioplos.Mau sampai kapan nonton berita sambil geleng-geleng?

Ingat, masalah kita bukan cuma di produk yang dicurangi, tapi di sistem yang curang sejak awal. Gak cukup cuma marah di medsos, Solusinya bukan cuma bikin UU baru yang besok juga dilanggar, tapi ganti sistemnya dengan aturan Allah SWT. Karena dengan Khilafah Islam, bukan cuma beras yang aman, tapi iman, keamanan, kejujuran, dan keberkahan hidup bisa kita nikmati. Tidakkah kita merindukannya? ***

Exit mobile version