Oleh: Rima Liana
Kota Gaza, Palestina (ANTARA) – Hamas mengecam keras pernyataan anggota Kongres AS Randy Fine yang menyerukan penggunaan bom nuklir di Jalur Gaza. Kelompok perlawanan Palestina tersebut menyebut pernyataan itu “hasutan” untuk melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. “Seruan ekstremis ini adalah kejahatan besar dan memperlihatkan mentalitas fasis rasis yang menguasai pikiran politisi Amerika,” kata Hamas dalam pernyataannya pada Jumat.
Seruan oleh politikus AS dari partai Republik itu dinilai Hamas melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa. Kelompok itu menekankan bahwa seruan Fine tersebut menghasut publik untuk menggunakan senjata pemusnah massal terhadap lebih dari 2 juta warga sipil Palestina di Jalur Gaza.
Hamas juga menyatakan bahwa seruan “mengerikan” itu tidak akan melemahkan perjuangan Palestina, tetapi “lagi-lagi mengungkap wajah asli” Israel dan “para pendukungnya.” Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis, Fine mengatakan bahwa Gaza harus “dibombardir dengan nuklir.” Dia menyamakan wilayah kantong Palestina itu dengan Hiroshima dan Nagasaki. AS menjatuhkan bom atom di kedua kota di Jepang itu saat Perang Dunia II, yang menewaskan sekitar 215.000 korban dalam beberapa bulan pertama setelahnya. (Sabtu, 24/5/2025. antara.com)
Baru-baru ini pernyataan yang diajukan oleh anggota Kongres AS Randy Fine mengenai penggunaan bom nuklir di Jalur Gaza tentu sangat buruk. Hal ini bahkan sangat tidak etis dan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan agama. Jika dilihat, peristiwa ini tentu saja hanya sebatas asutan yang mungkin menurut mereka bisa melemahkan Gaza, padahal nyatanya mereka membuka tabir kebenaran itu sendiri, bahwa mereka “Israel” adalah penjahat sebenarnya.
Kekejaman yang selalu dilakukan oleh Yahudi Israel dan beberapa negara pendukung mereka termasuk Amerika Serikat, sudah sangat melampaui batas. Rencana mereka yang ingin menjadikan Gaza runtuh beserta manusianya, tak gencar terus-menerus mereka lakukan. Bahkan ini bukan lagi sebatas penyerangan hanya terhadap Hamas, melainkan seluruh warga sipil, bahkan anak-anak yang tidak bersalah, turut dibantai tanpa belas kasihan.
Miris, di saat Gaza sudah hampir hancur, masih saja tidak bisa menggerakkan mata dan hati para penguasa Negeri Muslim. Mereka seolah buta terhadap penderitaan rakyat Gaza. Solusi yang ditawarkan tetap saja tidak bisa mengusir penjajah, malah membuat penjajah semakin bergejolak ingin menghabisi Gaza. Ini merupakan fakta yang bisa di indra, di mana para penguasa negeri muslim saat ini sudah jelas terikat dengan musuh, sehingga mereka tidak punya kuasa bahkan untuk mengirimkan tentara demi menjaga baitul maqdis.
Sistem sekularisme-kapitalisme ini yang telah menjadikan umat muslim tercerai-berai. Umat muslim yang seharusnya mempunyai power yang kuat ketika bersatu, kini malah melemah karena sekat yang diperkokoh oleh pemikiran barat. Umat bisa merasa, namun tidak bisa bergerak bebas. Umat bisa melihat, tapi tidak punya kemampuan untuk berjihad. Sebab, sistem inilah yang menghalangi umat untuk menjadi penggerak dan pembebas.
Berbeda dengan sistem Islam, yaitu sistem Khilafah Islamiyyah. Sistem ini adalah warisan Rasulullah, dengan inilah kemuliaan umat akan selalu terjaga. Tidak akan ditemui darah bahkan satupun nyawa yang terbunuh tanpa hak. Islam sangat melindungi umat. Bahkan etika dalam peperangan pun tidak seperti yang terjadi sekarang, jihad yang menjadi solusi atas kedzaliman penjajah juga jauh berbeda dengan kekejaman seperti yang dilakukan oleh Zionis Yahudi.
Khilafah jugalah yang akan menyatukan umat di seluruh dunia, dalam satu aturan, pemikiran, dan perasaan yang sama. Umat muslim tidak akan lagi hidup dalam negara masing-masing. Semua akan dipimpin oleh satu kepemimpinan islam, yaitu khalifah. Dengan inilah umat akan merasakan kesejahteraan, keadilan, dan kebahagiaan dunia akhirat. Islam adalah rahmatan lil’alamin.
Diterapkannya sistem islam tentu harus menjadi upaya sungguh-sungguh bagi kaum muslimin. Sebagaimana barat yang selalu berusaha untuk menghentikan tegaknya khilafah, maka kita juga harus gencar menyebarkan opini khilafah dan tetap istiqomah menyadarkan umat, sehingga nanti Allah berikan pertolongan atas agama-Nya. Wallahua’lam bisshowab.

