Site icon

Kendaraan Tanki Fuso Milik PT. CCL Diduga Rusak Jalan Dua Desa, Warga Protes!

WhatsApp Image 2026-09-29 at 18.59.18

Kliksumatera.com, SEKAYU –  Warga Kelurahan Sungai Lilin Jaya  Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten  Musi Banyuasin (Muba)   Provinsi Sumatera Selatan  mengeluhkan aktivitas puluhan mobil Tanki Fuso, salah satunya dengan Nomor Polisi BK 8698 BC milik PT.CCL (Cahaya Cemerlang Lestari)  yang disopiri berinisial N dan  I  bermuatan CPO  melebihi Sumbu 8 Tons yang kerap melintas pada malam hari.

Akibatnya, hal itu diduga membuat jalan tersebut rusak dan aspal terkelupas. Hal itu diduga akibat  beban berlebih dari kendaraan tersebut.

Mobil tanki milik PT. CCL bermuatan  CPO puluhan ton itu melintas dari arah Pabrik  Dusun Tritunggal  Desa Bentayan Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin melintasi dua desa. Yakni, Desa Mekar Jadi B2 dan Kelurahan Sungai Lilin Jaya Simpang B2 Kecamatan Sungai Lilin   Kabupaten Musi Banyu Asin (Muba). Menurut warga, aktivitas ini semakin sering terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami sering memergoki  mobil tanki fuso besar melintas tengah malam. Muatannya sangat berat, puluhan ton,” ujar seorang warga Sungai Lilin yang enggan disebutkan namanya, Senin (28/9/2026) pukul  22.11 Wib.

Ironisnya, warga juga menyoroti sikap diam aparat Penegak Hukum (APH) Lurah Sungai Lilin Jaya,  Camat Sungai Lilin dan Pemda Muba,  meski jalur sempit  tanki fuso tetap  melintasi jalan tersebut walaupun jalannya telah rusak.

Warga menilai kehadiran mobil tanki fuso besar milik Perusahaan Pabrik Sawit PT. CCL (Cahaya Cemerlang Lestari) over dimensi dan over load  yang dapat merusak infrastruktur Jalan Desa  yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). “Kami warga setempat tidak bisa menikmati jalan yang mulus. Kini rusak parah, terutama di depan rumah saya rusak parah gegara  mobil Fuso milik PT. CCL yang bermuatan minyak CPO itu  melebihi kapasitas. Kami harap mobil tersebut dikembalikan ke mobil yang lebih kecil muatannya sumbu 8 ton,’’ harap warga tersebut.

Masyarakat mendesak pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian, untuk segera menertibkan kendaraan over muatan yang melintasi wilayah tersebut.

Jika tidak segera ditindak, jalan yang menjadi akses vital perekonomian warga dikhawatirkan akan  hancur lebih parah lagi.

Laporan : Khahar

Posting  : Imam Gazali

Exit mobile version